Home > Business > Kompleksitas Sosial Bergerak Cepat, Kognisi Manusia Tak Mampu Mengejar

Kompleksitas Sosial Bergerak Cepat, Kognisi Manusia Tak Mampu Mengejar

Agenda: Seminar Ekonomi dan Bisnis FEB UPGRIS
Reporter: Tim Redaksi

SEMARANG, derapguru.com – Ada perubahan mendasar dalam kehidupan manusia ketika peradaban mulai memasuki era socienty 5.0. Pada era sosienty 5.0, kompleksitas sosial manusia berkembang sangat cepat, sementara kemampuan kongnisi manusia tak mampu bergerak mengimbanginya.

Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga Pembina Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr H Muhdi SH MHum dalam Seminar Ekonomi dan Bisnis bertema ‘SDM Unggul dan Transformasi Digital Dalam Mendorong Pembangunan Industri Kreatif yang inklusif dan Berkelanjutan’ yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPGRIS, Selasa 29 Agustus 2023.

“Ada satu kenyataan konpleksitas sosial berkembang sangat cepat. Di sisi lain, aktivitas kognitifnya bergerak lambat. Maka di dunia kita ini akan selalu ada ruang kosong yang harus diisi. Dan Perguruan tinggi punya tanggung jawab besar untuk bisa mengejar kompleksitas sosial yang bergerak sangat cepat,” tandas Dr Muhdi.

Dr Muhdi menyampaikan, hanya ada dua hal yang bisa mengatasi ‘ruang kosong’ yang tercipta akibat kecepatan sosial dan perkembangan kongnisi tidak sejalan, yakni: pendidikan dan transformasi. Pendidikan berurusan dengan proses peningkatan kognisi manusia. Sedangkan transformasi menjadi satu-satunya jalan untuk bisa berakselerasi  dengan perubahan yang bergitu cepat.

“Kuncinya ada pada transformasi. Anak muda sekarang harus mulai bertransformasi dari segala seuatu yang bersifat manual menuju sesuatu yang bersifat digital.  Bila anak mudq tidak mau memanfaatkan teknologi digital, kalian pasti akan tertinggal,” tndas Dr Muhdi.

Di samping itu, Dr Muhdi juga menyampaikan perlunya generasi muda untuk membangun habit of mind (kebiasaan untuk berpikir). Habit of mind akan berkaitan dengan berbagai hal seperti berpikir kebiasaan berpikir secara fleksibel, sampai kebiasaan untuk berpikir secara berbeda guna menghasilkan ide-ide baru.

“Hal yang tak kalah penting adalah kebiasaan untuk merespon. Saat ini banyak anak muda yang lambat merespon karena telinganya memakai headset. Padahal, kemampuan dalam merespon ini terkait dengan kemampuan komunikatif yang penting untuk dikuasai,” tandas Dr Muhdi.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula sebagai narasumber Prof Dr Widodo SE MSI dari Unissula Semarang dan Prof Dr M Rizan SE MM dari Universitas Negeri Jakarta. Sedangkan berlaku sebagai moderator adalah Gendut Marjoko ST MBA MSc, founder RumahUMKM.net. (za)

You may also like
“Kangsadewa Adu Jago” Mewarnai Gelar Karya P5 SMK PGRI 01 Semarang
Bagas – Tasyfa, Mahasiswa Baru Yang Sabet Gelar Pupika UPGRIS 2024
Pendanaan Non-UKT Akan Jadi Indikator Kinerja PTNBH
Ari Widyaningrum, Dosen Bersuara Merdu UPGRIS Berpulang

Leave a Reply