
Wonosobo, Derapguru.com – Konferensi Kerja Tahun Kedua Masa Bakti XXIII PGRI Kabupaten Wonosobo resmi dibuka di Aula Gedung PGRI setempat, Sabtu (13/6/2026).
Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jateng Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., dalam sambutannya mengapresiasi PGRI Kabupaten Wonosobo yang telah lunas membayar iuran anggota. Ia mengaku bangga karena PGRI Wonosobo mampu menyelenggarakan konferensi pada awal waktu setelah konferensi provinsi.

“Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pengurus dalam menggerakkan organisasi,” ujar Sri Suciati yang hadir bersama Kabiro Kominfo PGRI Provinsi Jateng Dr. Aguswis.
Sri Suciati menegaskan, agenda Konkerkab II PGRI Wonosobo sangat penting untuk menentukan arah organisasi dan menjadi kompas kebijakan ke depan. “Terlebih di tengah tantangan pendidikan dan persoalan guru yang semakin kompleks”, tandasnya.
Secara lengkap Sri Suciati juga menyampaikan berbagai upaya perjuangan PGRI Jateng Bersama badan usaha dan kekengkapan organisasinya, mulai dari SLCC, Danset, YPLP PT yang memiliki anak lembaga UPGRIS, YPLP DM, DERAP GURU dan SAFARA yakni Biro Haji dan Umroh Milik PGRI Provinsi Jateng.

Sri Suciati juga menyoroti perkembangan teknologi, terutama penggunaan kecerdasan buatan atau AI oleh anak-anak, sebagai tantangan besar bagi guru.
“Harus kita sadari, AI adalah mesin yang tidak punya hati nurani. Maka guru profesional yang bekerja dengan hati nurani, memiliki inovasi, kreativitas, serta adaptif terhadap perkembangan, kehadirannya tidak tergantikan oleh algoritma apa pun,” tegasnya.
Menurut mantan Rektor UPGRIS ini, guru memiliki peran penting mendampingi dan mengarahkan siswa dalam menggunakan teknologi. “Ibarat berlayar, bisa jadi anak itu belum tahu batas berlayarnya sampai di mana, tidak tahu kalau ada batu karang dan bahaya yang mengancamnya. Delivery knowledge bisa dari mesin atau media apa pun, tetapi mendidik karakter, budi pekerti, dan kepribadian anak itu penting dan harus dilakukan oleh guru,” jelasnya.
Sri Suciati mengajak pengurus untuk memastikan PGRI menjadi rumah yang nyaman bagi guru. “Mari kita kuatkan soliditas dan solidaritas untuk memastikan PGRI menjadi rumah yang nyaman bagi guru. Kita berjuang bersama untuk kepentingan anggota, memajukan pendidikan, dan membangun organisasi PGRI menjadi lebih baik,” ajaknya.

Sementara itu, mewakili Bupati Wonosobo, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Wonosobo Dr. Drs. Mushofa, M.Pd., M.Or., juga menyampaikan sejumlah persoalan pendidikan yang dihadapi daerahnya. Di antaranya terkait guru PPPK, mutasi, dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
“Konferensi Kerja Kabupaten II ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan organisasi dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Wonosobo”, pungkas Mushofa.(Wis)




