
SEMARANG, derapguru.com — Guyonan atau candaan ternyata menjadi pemicu awal bagi terjadinya verbal bullying. Bahkan, dari proses guyonan tersebut, lama-lama juga memicu terjadinya beragam bullying lain yang lebih parah.
Hal tersebut berhasil disimpulkan tim dosen UPGRIS yang terdiri atas Tarcisia Sri Suwarti, Siti Lestari, dan Ismah dari sebuah proses riset yang mereka lakukan di SMP Kartiyoso Semarang, baru-baru ini.
Ketua Tim UPGRIS, Tarcisia Sri Suwarti, menguraikan bahwa bullying menjadi salah satu isu strategis dalam dunia pendidikan, karena berpotensi menghambat perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik.
“Dampak dari verbal bullying ini dapat berpengaruh besar pada penurunan rasa percaya diri serta kenyamanan belajar siswa,” ungkap Tarcisia.
Tarcisia Sri Suwarti menambahkan, dalam penelitian tersebut mereka berhasil mengidentifikasikan bentuk-bentuk verbal bullying. Beberapa yang muncul di antaranya: pemberian julukan negatif, ejekan, penggunaan kata-kata kasar, dan candaan yang merendahkan.
“Pemberian julukan yang paling banyak terjadi. Kemudian ejek-ejekan, ucapan-ucapan kasar, dan candaan yang cenderung merendahkan,” tuturnya.
Tarcisia Sri Suwarti mengatakan bahwa sebagai upaya untuk menekan berkembangnya tradisi bullying beberapa hal yang bisa direkomendasikan di antaranya sosialisasi tentang kesadaran terhadap bahaya bullying sampai pentingnya pendidikan karakter. (za)




