
SEMARANG, derapguru.com — Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar mata kuliah wajib untuk memenuhi beban SKS. Akan tetapi, KKN adalah momentum di mana mahasiswa keluar dari teori akademis kampus untuk terjun langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Rektor UPGRIS, Dr H Sapto Budoyo SH MH, dalam kegiatan “Penerjunan Kuliah Kerja Nyata Universitas PGRI Semarang” yang dipusatkan di Balairung UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Rabu 29 Juli 2026.
“KKN menjadi jembatan yang menghubungkan teori yang saudara peroleh ketika kuliah di kampus dengan realitas kehidupan nyata di masyarakat,” tegas Sapto Budoyo.

Sapto Budoyo menambahkan, kegiatan KKN telah dirancang dan dipetakan sejalan dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Beberapa kebutuhan nyata tersebut di antaranya membidik masalah stunting yang sekarang sedang gencar-gencarnya ditangani pemerintah.
“Masyarakat menunggu bagaimana gerakan mahasiswa peduli stunting. Persoalan stunting ini bukan semata-mata masalah kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya Indonesia di masa depan,” urainya.
Sapto Budoyo menambahkan, selain masalah stunting, ada program KKN juga diarahkan pada kegiatan untuk mendorong ketahanan pangan, penguasaan teknologi, pengembangan literasi digital, dan kewirausahaan.
“Termasuk sosialisasi penanganan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda yang MoU-nya telah ditandatangani UPGRIS dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dan, kegiatan-kegiatan penguatan literasi numerasi pendidikan karakter,” rinci Sapto Budoyo.

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (PPM-KKN) UPGRIS, Arisul Ulumudin MPd, menyampaikan bahwa kegiatan KKN akan berlangsung kurang lebih selama dua bulan mulai tanggal 29 Juli sampai dengan 2 September 2026.
“Mahasiswa yang turut serta dalam program KKN sebanyak 1130 mahasiswa. Sedangkan dosen pembimbing lapangan berjumlah 34 dosen,” ungkap Arisul Ulumudin.
Lokasi yang digunakan KKN pada periode ini, lanjut Arisul Ulumudin, ada di empat Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Keempat kabupaten tersebut terdiri atas Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor I Prof Dr Nur Khoiri MPd, Wakil Rektor II Dr Arri Handayani SPsi MSi, Wakil Rektor III Dr Heri Prabowo MM, Wakil Rektor IV Dr Agus Sutono SPhil MFil, Ketua LPPM Prod Dr Wiyaka MPd, Sekretaris LPPM Dr Joko Siswanto MPd, para dekan, pejabat prodi. (za)




