Home > UPGRIS > UKM KSR Latih Warga Batang Bikin Produk Olahan Madu

UKM KSR Latih Warga Batang Bikin Produk Olahan Madu

Agenda: PPK Ormawa KSR UPGRIS
Reporter: Tim Redaksi

SEMARANG, derapguru.com –  Mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang tergabung UKM KSR UPGRIS, baru-baru ini, memberikan pelatihan pembuatan produk olahan dari bahan dasar madu. Pelatihan yang dipusatkan di Desa Kutosari Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi  Mahasiswa (PPK Ormawa).

Ketua Tim PPK Ormawa, Selfi Aprilia Ningrum, mengatakan kegiatan pelatihan pengolahan produk berbahan dasar madu ini dirancang setelah melihat potensi wilayah Kabupaten Batang sebagai penghasil madu yang melimpah. Dengan didampingi dosen pembimbing, Fitri Yulianti SPd MPd, mereka merancang sebuah program yang mencoba menginisasi penjualan produk madu tidak hanya dalam bentuk bahan dasar semata, melainkan dipasarkan pula dalam bentuk produk-produk olahan.

DAMPINGI: Dosen UGRIS, Fitri Yulianti SPd MPd, mendampingi Tim PPK Ormawa KSR UPGRIS. Foto: Ist.

“Kami melakukan kegiatan ini dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada Desa Kutosari terutama bagi petani madu. Berdasarkan observasi yang kami lakukan beberapa bulan lalu, madu yang dijual rata-rata madu murni. Kami ingin melatihkan cara inovatif pemasaran madu dalam bentuk produk-produk olahan. Dengan begitu sumber penghasilan tidak hanya dari madu murni saja, tapi juga ada tambahan dari olahan madu yang lain” ujar Selfi Aprillia.

Beberapa produk olahan madu yang diajarkan dalam pelatihan ini, lanjut Selfi Aprillia, di antaranya cara pembuatan produk sirup madu probiotik dengan varian jahe lemon, pembuatan selai madu stroberi, dan pembuatan permen dari bahan dasar madu. Pada saat pelatihan Tim PPK Ormawa juga membawa contoh produk olahan dari madu yang dikombinasi dengan beberapa komoditas lainnya.

“Untuk memotivasi, kami juga mencontohlan beberapa produk kreatif yang menggunakan bahan dasar madu, seperti permen madu varian eucalyptus dan kripik jagung berbalut madu. Dengan melihat langsung produk dan mengetahu cara pembuatannya, kami berharap masyarakat mendapatkan banyak pilihan dan ide untuk membuat produk-produk turunan dari bahan dasar madu,” tandas Selfi Aprilia.

Salah satu warga yang ikut pelatihan, Nuryana, mengaku cukup senang dengan pelatihan yang diberikan. Dengan pelatihan-pelatiahn ini pikirannya menjadi lebih terbuka untuk mencoba membuat produk-produk turunan dari bahan dasar madu. “Biasanya madu hanya dicampur untuk wedang jahe, ternyata dapat dicampur lemon dan jahe menjadi sirup probiotik, dan ternyata juga bisa dibuat pula selai madu stroberi,” tandas Nuryana. (za)

 

You may also like
Kampus Harus Hasilkan Lulusan Kompetitif
Dunia Pendidikan Harus Cepat Beradaptasi
Rektor UPGRIS: Pendidikan Tinggi Adalah Ujung Tombak
Dosen UPGRIS Beri Pelatihan Penggunaan AI di LP Ma’arif NU Jepara

Leave a Reply