
Banjarnegara, derapguru.com- Kebijakan administrasi pembelajaran yang berubah-ubah tak semestinya menjadikan guru malas membuat perencanaan pembelajaran. Karena perencanaan pembelajaran merupakan panduan guru dalam mengajar, bukan sekadar dokumen administratif.
Hal itu diungkapkan oleh Pengawas Ahli Muda Cabang Wilayah IX Dindik Provinsi Jawa Tengah Isro Hartati dalam kegiatan bimbingan teknis di hadapan puluhan guru SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Kamis 11 Juni 2026.

“Acuan guru dalam mengajar jelas ada pada Capaian Pembelajaran. Maka proses pembelajaran harus mengacu pada tujuan yang tepat, tidak sekadar mengajar. Dengan cara seperti itu, pembelajaran akan menjadi bermakna dan menjadi bekal murid dalam menghadapi kehidupan nyata ke depan,” ujar Isro.
Kepala SMAN 1 Sigaluh Linovia Karmelita mengungkapkan, tantangan pendidikan SMA saat ini semakin dinamis dengan adanya program SMA Mantap dari Pemprov Jawa Tengah. Program ini merupakan singkatan dari Menguasai Akademik, Terampil, dan Produktif.
“Melalui program ini, sekolah tidak hanya menyiapkan peserta didik dalam jalur akademik (kuliah), tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan vokasional agar siap bekerja atau berwirausaha mandiri setelah lulus. Di sekolah kami, hal itu sudah kami jalankan mulai tahun lalu. Anak-anak kita bekali ketrampilan Barista karena kopi salah satu komoditas potensia. Materi kami laksanakan melalui intrakurikuler di PKWU dan kokorikuler dengan kami magangkan di Misisipi Cafe dan Roasting. Hasilnya, beberapa anak lulus bisa langsung kerja jadi barista,” beber Linovia. (Heni P)



