
SEMARANG, derapguru.com – Terus berupaya meningkatkan daya saing akademis di level internasional, beberapa dosen Bimbingan dan Konseling (BK) UPGRIS mengikuti pelatihan intensif penulisan karya tulis ilmiah untuk dosen internal prodi.
Pelatihan yang dilangsungkan di Ruang Multimedia 5fl Menara Utama UPGRIS Kampus Cipto Semarang, baru-baru ini, dijalankan dengan model ‘coaching clinic’. Hadir sebagai pembicara dosen Universitas Maarif Lampung, Andika Ari Saputra, yang telah malang-melintang di dunia jurnal ilmiah internasional.
Dini menambahkan, pada awal pelatihan para dosen diberikan materi penguatan kualitas metodologi, memahami aspek kebaruan (novelty), dan mengasah ketajaman analisis masalah. Hal ini sangat penting mengingat banyak naskah ditolak bukan karena kualitas risetnya, tapi lebih pada kegagalan penulis dalam membingkai temuan.
Andika Ari Saputra menuturkan banyak jurnal ilmiah bereputasi internasional menolak naskah yang diajukan bukan karena penelitiannya yang tidak berkualitas. Tapi banyak dari yang ditolak itu justru disebabkan oleh kegagalan penulis dalam membingkai temuan riset ke dalam diskursus global.
“Kita tidak hanya bicara soal struktur IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), tetapi bagaimana membangun narasi yang kuat agar editor jurnal melihat signifikansi dari riset yang dilakukan oleh para dosen kita,” ujarnya.
Kaprodi BK UPGRIS, Dr Dini Rakhmawati MPd, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar penyampaian materi teoretis, melainkan sebuah pendampingan teknis yang komprehensif. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibimbing untuk membedah anatomi artikel ilmiah agar dapat memenuhi standar indeksasi tinggi, seperti Scopus maupun SINTA peringkat atas.
“Pelatihan difokuskan pada strategi penembusan jurnal bereputasi global dengan target output naskah siap kirim atau ready to submit,” tutur Dini.
Dini menambahkan, dalam penelitian ini indikator kesuksesannya dinaikkan. Bila biasanya indikatornya selesai pada dihasilkannya produk karya ilmiah. Kali ini indikator diubah menjadi sukses apabila naskah berhasil diunggah ke sistem jurnal yang dituju.
“Target kami jelas: pulang dari sini, draf tidak lagi mengendap di laptop, tapi sudah berstatus siap submitted. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat profil akademik dosen serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu bimbingan dan konseling di Indonesia,” tandas Dini. (za)




