
SEMARANG, derapguru.com — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang terus memperkuat pemahaman anggota terhadap peran dan fungsi organisasi kepada anggota. Melalui kegiatan yang diberikan tajuk “Safari PGRI Kota Semarang”, para pengurus melakukan sosialisasi peran organisasi ke sekolah-sekolah melalui ranting-ranting organisasi.
“Kegiatan safari kami lakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan organisasi dengan para anggota. Melalui kegiatan ini, kami sampaikan berbagai macam program, kebijakan organisasi, serta pentingnya keterlibatan anggota dalam menjalankan roda organisasi,” ungkap Ketua PGRI Kota Semarang, Prof Dr Nur Khoiri MPd, di sela kegiatan mengisi sosialisasi di SMKN 1 Kota Semarang, Kamis 20 Agustus 2028.

Prof Khoiri menambahkan, dalam kegiatan sosialisasi tersebut pihaknya juga menyampaikan apa-apa yang telah berhasil diperjuangkan dan sedang diperjuangan organisasi pada anggota. Beberapa kegiatan yang telah berhasil diperjuangkan organisasi di antaranya Tunjangan Profesi, Pengangkatan K2 menjadi PNS, Usia Pensiun 60 Tahun, Honorer menjadi PPPK, dan beberapa lainnya.
“Yang baru saja berhasil diperjuangkan adalah izin penyematan gelar yang telah dicapai meski pendidikannya dulu memakai izin atau tidak. Dan ada lagi, perjuangan untuk mendekatkan tempat mengajar guru dengan tempat tinggal,” ungkap Prof Khoiri.

Yang sekarang sedang diperjuangkan, lanjut Prof Khiri, adalah mengupayakan guru dan tenaga kependidikan PPPK berubah status menjadi ASN PNS. Di luar itu, ada banyak perjuangan lainnya yang sering dilakukan tapi sering tidak diekspose karena terkait dengan aib para guru.
“Banyak kasus-kasus guru yang kami tangani tapi tidak mungkin kami ekspos secara besar-besaran karena ini menyangkut aib para guru. Misalnya, guru bertindak tidak pantas, perkelahian antarguru, tindakan kekerasan, dan lain-lainnya. Kok tidak terdengar kabarnya? Karena kami memang tidak mungkin mengekspose aib guru,” tandas Prof Khoiri.
Lebih lanjut Prof Khoiri menyampaikan, kegiatan safari yang digelar ini sudah memasuki putaran ke tujuh. Dalam kegiatan ini ada seratusan lebih guru dari jenjang SD, SMP, SMA, dan sederajat yang turut bergabung dalam kegiatan sosialisasi. Mereka yang hadir, diperbolehkan bertanya apa saja tentang organisasi.
“Para peserta dari guru, tenaga pendidik, baik yang sudah menjadi anggota maupun baru mau menjadi calon anggota, semua diperbolehkan bertanya apapun tentang organisasi ini,” urai Prof Khoiri. (za)



