
KENDAL, derapguru.com — Tes Kompetensi Akademik (TKA) masih menjadi momok menakutkan bagi sekolah-sekolah. Bukan menakutkan karena ketatnya proses pelaksanaannya, tapi menakutkan bila hasil yang diperoleh ternyata berada di urutan bawah dari peserta TKA.
Ya. Beban malu dan beban merasa gagal menjadi perkara serius yang kini dihadapi guru, kepala sekolah, bahkan kepala dinas yang memimpin. Ketika daftar hasil TKA dibuka pemeringkatannya, malam harinya mereka sulit tidur karena khawatir berada di posisi bawah.
Kondisi inilah yang membuat beberapa dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) banyak yang terjun ke sekolah-sekolah untuk membantu meringankan beban TKA. Salah satu di antaranya adalah tim dosen yang terdiri atas Prof Dr Wiyaka MPd, Siti Nur’Aini MHum PhD, dan Laily Nur Affini SPd MHum.
Tim tersebut secara spesifikasi sengaja menyambangi guru-guru MGMP Bahasa Inggris di wilayah Kabupaten Kendal. Para guru tersebut digembleng dalam kegiatan bertajuk “Implementasi Teknik dan Strategi Reading Assessment untuk Persiapan TKA Bahasa Inggris SMA di Kabupaten Kendal”.
Ketua Tim, Prof Wiyaka, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru untuk memahami karakteristik soal TKA Bahasa Inggris serta teknik dan strategi membaca yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.
“Berdasarkan analisis kebutuhan para guru butuh peningkatan pemahaman mengenai karakteristik reading assessment dalam TKA serta strategi pembelajaran membaca yang efektif,” ungkapnya di sela kegiatan pelatihan yang digelar di SMA NU 03 Muallimin Weleri Kabupaten Kendal, baru-baru ini.
Dari penuturan para guru, lanjut Prof Wiyaka, selama ini aktivitas membaca di kelas cenderung berorientasi pada penyelesaian materi dan latihan soal konvensional, sehingga siswa perlu lebih dibekali dengan strategi membaca akademik seperti skimming, scanning, membuat inferensi, dan memahami kosakata berdasarkan konteks.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai TKA, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam menerapkan berbagai strategi reading assessment,” tambah Prof Wiyaka.
Lebih lanjut Prof Wiyaka menuturkan, materi dan praktik yang diberikan mencakup masalah strategi skimming untuk menemukan ide pokok, scanning untuk menemukan informasi penting, defining main ideas, drawing conclusions, inferencing, serta strategi managing time dalam mengerjakan soal.
“Dari hasil evaluasi kegiatan, seluruh aspek pelaksanaan kegiatan berada pada kategori ‘Sangat Puas’, dengan indeks kepuasan berada pada rentang 3,26–3,36 dan rata-rata indeks sebesar 3,31 pada skala 1–4. Sementara itu, survei kepuasan mitra menunjukkan 66,4% responden memberikan penilaian ‘Sangat Baik’, 29,1% ‘Baik’, dan 4,5% ‘Cukup Baik’, tanpa adanya penilaian ‘Kurang Baik’,” pungkasnya. (za)




