
Jepara, derapguru.com-Konferensi Kerja (Konkerkab) II PGRI Kabupaten Kudus yang digelar di Sekuro Village Resort Jepara, Sabtu dan Minggu, 3-4 September 2026, merupakan kegiatan penting organisasi yang diharapkan bukan hanya menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi seluruh anggota, para guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat. Hal ini diungkapkan ketua PGRI Kabupaten Kudus Dr Ahadi Setiawan MPd kepada derapguru.com di sela acara tersebut. Dijelaskan, dalam rangka HUT Ke-81 PGRI, pihaknya merencanakan untuk menggelar berbagai kegiatan, seperti pelatihan AI, lomba paduan suara, Volly Ball, Senam Aerobik, jalan sehat, serta memberi santunan anak yatim, dan lain lain.

“Selain menggelar kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh para guru, kami juga akan menggelar pelatihan AI untuk pihak lain, yakni para pegawai dinas perdagangan, Perpus, Satpol PP, dan lain lain. Kegiatan dengan tema PGRI Berbagi ini sebagai wujud PGRI bukan hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga bagi masyarakat. Untuk waktunya nanti akan kami putuskan melalui Konkerkab ini”, ujar Ahadi Setiawan, menjelaskan.
Fokus Pengembangan Profesi
Sebelumnya, Ketua Panitia Heru Sulistiyono SPd MPd melaporkan dasar pelaksanaan Konkerkab II PGRI Kabupaten kudus Masa Bakti XXIII, yang diikuti peserta dari seluruh pengurus PGRI Kabupaten Kudus, Pengurus PGRI Provinsi, Pembina, Pengurus Cabang @ 4 orang, Pengurus YPLP DM, dan undangan lainya. Dilaporkan juga tujuan, sumber dana, dan tema Konkerkab II.
Tema Konkerkab II PGRI Kabupaten kudus Masa Bakti XXIII adalah, “Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Bangkit dan Tumbuh Indonesiaku”, tegas Heru Sulistiyono.

Berikutnya, Ketua PGRI Kabupaten Kudus Dr Ahadi Setiawan dalam sambutannya mengungkapkan, dalam menjalankan program kerja, fokus pada pengembangan profesi guru, selain juga perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan guru.
Diungkapkan juga oleh Wawan, panggilan akrab Ahadi Setiawan, bahwa PGRI Kabupaten Kudus selalu sami’na waato’na, patuh dan taat pada pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah.
High Tech dan High Touch
Wakil Ketua PGRI Jateng, Dr Hj Sri Suciati, MHum yang hadir mewakili Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum, menyampaikan salam hangat dan salam hormat beliau kepada seluruh peserta Konkerkab Kudus.
Dr Hj Sri Suciati kemudian memberikan apresiasi atas terselenggaranya Konkerkab II PGRI Kudus yang istimewa dan diselenggarakan di Sekuro Village Resort, Jepara . Apresiasi juga diberikan, karena pengurus mampu membangun komunikasi yang baik dengan Pemkab Kudus, sehingga banyak persoalan guru dan pendidikan bisa diselesaikan dengan baik.
Namun Sri Suciati juga mengingatkan, masih ada PR yang harus diperjuangkan, yakni kekurangan guru di berbagai tempat yang belum terselesaikan dengan baik, pengangkatan guru P3K menjadi PNS, guru P3K paruh waktu yang gajinya masih rendah, dan banyak kepala sekolah yang masih merangkap sebagai Plt di sekolah lain.

“Tugas organisasi melalui Konkerkab II ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program kerja setahun yang lalui, menyusun program kerja tahun berikutnya, serta menyusun RAPBO. Ini tugas rutin pengurus. Alhamdulillah PGRI Kabupaten Kudus kondisinya selalui sehat wal afiat”, ujar Sri Suciati disambut tepuk tangan peserta.
Sri Suciati kemudian juga mengingatkan, bahwa tahun 2026 menuntut kita bergerak lebih cepat. Perkembangan teknologi tak terbendung, anak-anak bisa menggunakan chat GPT untuk berbagai keperluan, teknologi menjadi bagian ekosisitem dan nafas kita sehari hari. “Karena itu guru harus mengikuti perkembangan. Saat ini guru tidak lagi menjadi sumber utama belajar”, ujar Sri Suciati.
Meski demikian, mantan Rektor Upgris ini menyatakan, peran guru tak tergantikan oleh teknologi, agar anak anak tetap berada pada jalan yang lurus dalam aktivitasnya.
“Saat ini murid tidak butuh guru yang sempurna, tetapi guru yang bisa membangkitkan semangat belajar, guru yang bisa menumbuhkan kecintaan belajar, untuk menjadi anak yang cerdas, kreatif, mandiri, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab”, jelasnya.
“Karena itu para guru jangan hanya memiliki high tech tetapi juga memiliki high touch untuk bisa mengantar anak-anak menyongsong masa depan mereka”, ucap Sri Suciati.
Ditambahkan, setiap siswa punya potensi masing-masing. Dan para ahli pun bilang, setiap siswa adalah bintang tetapi kapan bersinar berbeda beda waktunya.
Dr Sri Suciati kemudian juga mengungkapkan sejumlah perjuangan PGRI Jawa Tengah untuk para guru dan tenaga kependidikan, serta dukungan anak lembaga dan alat kelengkapan organisasi dalam pelaksanaan program kerja organisasi, karena iuran anggota hanya mengcover 50% kebutuhan APBO PGRI Jateng. “Bantuan dari Upgris saja untuk PGRI Jateng 900 juta per tahun. Dan kalo dihitung dengan penggunaan fasilitas, totalnya bisa 1,5 M”, ujar Sri Suciati.
Acara pembukaan Konkerkab II PGRI Kudus ini juga diisi penyerahan SK Pengurus secara simbolis kepada pengurus pengganti antar waktu, yakni Dr. Tri Wahyuni dan Eko Purnomo SPd MPd.

Turut hadir bersama Dr Sri Suciati, Ketua Biro Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, PGRI Jawa Tengah, Prof Dr Listyaning Sumardiyani MHum. (Pur)




