
Pemalang, derapguru.com-Aksi kekerasan dan perundungan (bullying) terhadap anak adalah tindakan tercela yang tidak boleh dilakukan oleh siapapun, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat.
Hal ini selalu disampaikan Ketua pengurus PGRI Kabupaten Pemalang, Slamet SPd MPd kepada para guru dan anggota PGRI dalam upaya mencegah tindak kekerasan terhadap anak.
“Melalui ketua cabang, saya selalu memberikan pemahaman agar bapak dan ibu guru anggota PGRI mencegah tindakan kekerasan terhadap anak, dalam bentuk apapun, baik kekerasan fisik, kerasan seksual, maupun bullying (perundungan), utamanya dalam lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga”, ujar Ketua PGRI Kabupaten Pemalang, Slamet SPd MPd, saat diminta pendapat derapguru.com terkait meninggalnya seorang siswa SDN 1 Kebondalem, Pemalang yang diduga akibat perundungan yang sebelumnya dilakukan oleh kakak kelasnya, sebagaimana diberitakan di berbagai media sosial.

Menindak lanjuti informasi tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Pemalang, Slamet SPd MPd mengaku telah menemui kepala sekolah dan guru, tempat terjadinya peristiwa untuk memperoleh informasi yang benar terkait dugaan terjadinya bullying yang berakibat seorang siswa meninggal dunia.
Diperoleh keterangan bahwa permasalahan ini telah ditangani oleh Aparat Penegak Hukum Polres Pemalang, sehingga kita menunggu hasil resmi dari kepolisian.
Slamet mengaku turut prihatin atas terjadinya peristiwa tersebut. Saat bertemu Kepala Sekolah dan para guru, Slamet pun meminta agar mereka tetap tenang dan menjalankan tugas profesinya dengan baik. “Kami berharap kasus ini segera terselesaikan dan tidak terulang lagi. Jika ada proses hukum yang harus dijalani, kami pun berharap para guru dapat mengikuti dengan baik. Dan kepada semua guru anggota PGRI di Kabupaten Pemalang agar menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran untuk selalu mendampingi siswa-siswinya saat berada di sekolah baik pada jam pembelajaran maupun saat jam istirahat,” kata Slamet.
Terpisah, Wakil Ketua PGRI Jateng. Dr Hj Sri Suciati MHum pun terkejut dan mengaku prihatin saat mendengar ada dugaan kekerasan di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak anak, dan korbanya juga anak-anak.

Mantan Rektor Upgris ini pun meyakini para guru selalu mendidik anak-anak dengan benar. Jika dugaan kekerasan terhadap anak dan dilakukan oleh anak-anak di sekolah dasar, menurutnya, ini sangat memprihatinkan, dan perlu mendapat perhatian serius, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.
Menurut Sri Suciati, banyak faktor yang bisa mempengaruhi anak berbuat kekerasan. Diantaranya, tayangan kekerasan di media sosial, kurangnya perhatian keluarga, dan lingkungan pergaulan yang tidak mendidik.
Guna mencegah terjadinya kekerasan yang dilakukan anak anak, menurut wakil ketua PGRI Jateng ini, selain memberi pendidikan yang baik, memberi perhatian, bimbingan dan pengawasan, harus ada keteladanan, bukan hanya dilakukan oleh para guru tetapi juga oleh orang tua dan masyarakat.
“Anak-anak itu selain harus mendapat pendidikan yang baik, mereka butuh perhatian, bimbingan, pengawasan, dan keteladanan, bukan hanya dilakukan para guru tetapi juga oleh orang tua, keluarga, dan masyarakat”, jelas Dr Sri Suciati, saat diminta pendapat terkait hal tersebut. (pur)




