
SEMARANG, derapguru.com — Menumbuhkan kesadaran terhadap potensi dan bahaya kebencanaan sangat penting diajarkan sejak masih usia anak-anak. Memori anak yang masih kuat dan semangat anak untuk mempelajari hal baru memperbesar kemungkinan potensi dan cara menghadapi kebencanaan ini dipahami oleh mereka.
Kesadaran dalam menghadapi potensi bencana dan cara menghadapinya inilah yang diajarkan mahasiswa Magang UPGRIS di SDN Kalicari 02 Semarang. Kepada siswa-siswa di sekolah tersebut, mereka mengenalkan potensi bencana sekitar sekaligus bagaimana cara menghadapinya.
Ketua Magang UPGRIS di SDN Kalicari 02, Octaviani Putri Nabila, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyadaran sejak dini terhadap potensi bencana yang ada sekitar. Harapannya, mereka akan lebih siap dan sigap dalam menghadapi bencana serta tahu bagaimana cara mengatasinya.
“Yang kami tekankan di sini adalah kesadaran anak dalam menghadapi bencana. Bila anak-anak sadar, ini akan sangat menolong dalam mengurangi risiko bencana,” tutur Octaviani.
Octaviani menambahkan, program mitigasi bencana ini sejalan dengan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diterapkan pemerintah. Program SPBA adalah program inisiatif strategis pemerintah yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif, serta melindungi warga sekolah dari risiko bencana.
“Karena bencana yang sering terjadi adalah bencana banjir, kami memfokuskan diri pada antisipasi bila bencana banjir melanda,” ungkapnya.
Lebih lanjut Octaviani menuturkan, dalam kegiatan ini tim magang UPGRIS mengajarkan tentang apa itu bencana, potensi bencana dan dampak bencana. Selain itu, di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan, Husni Wakhyudin SPd MPd, mereka juga mengenalkan strategi darurat yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak di SD Kalicari 02 tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan siap menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja,” tandas Octaviani. (za)




