
PEKALONGAN, derapguru.com — Sejak Artificial Intelligence (AI) menjalar ke berbagai lini kehidupan, banyak bidang kerja yang memanfaatkan teknologi baru ini untuk mempermudah beban kerja yang ditanggungnya. Banyak tool AI yang ditawarkan melalui Play Store. Semuanya menawarkan kemudahan dan cara-cara instan dalam memproduksi sesuatu dalam sekali ‘klik’.
Mulai dari membuat lagu hanya bermodal lirik seperti aplikasi suno. Membuat video bermodal prompt script sebagaimana ditawarkan dremina. Memanipulasi gambar dengan mengganti dengan wajah kita seperti aplikasi faceswap. Sampai mentranskripsi pembicaraan orang menjadi teks tertulis seperti voice to text.
Berbagai kelebihan AI inilah yang coba dimanfaatkan mahasiswa Magang UPGRIS di ‘Radio Kota Batik’ Pekalongan. Dengan memanfaatkan perkembangan AI yang semakin pesat, mahasiswa magang Teknik Informatika UPGRIS atas nama Rasyiq Firmansyah ini berhasil merancang sistem transkrip audio ke naskah berita kepenyiaran.
Rasyiq Firmansyah menuturkan, inovasi ini bermula dari kendala teknis yang kerap dialami oleh para kru Radio Kota Batik. Proses interview narasumber maupun bintang tamu selalu direkam dalam format audio. Karena data dalam bentuk audio, para kru membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan transkripsi.
“Kami sudah banyak mencoba menggunakan tools AI yang bertebaran di internet. Namun, para kru sering terbentur oleh batasan kuota penggunaan harian (limit), sehingga proses kerja menjadi tidak efisien dan tidak optimal,” urai Rasyiq.
Menjawab tantangan tersebut, Rasyiq kemudian merancang sebuah sistem transkrip otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan redaksi. Sistem transkrip audio ke naskah berita kepenyiaran ini dibangun menggunakan API Groq untuk menerjemahkan audio ke dalam bahasa Indonesia secara cepat.
“Tool ini juga sudah kami integrasikan dengan model bahasa LLaMA untuk menyusun naskah beritanya agar sesuai dengan Standard Operational Procedur (SOP) penulisan berita kepenyiaran yang berlaku di radio,” jelas Rasyiq.
Di bawah arahan Dosen Pembimbing, Bambang Agus Herlambang SKom MKom, alat ini selanjutnya diujicobakan secara langsung di Radio Kota Batik. Hasilnya ternyata sangat memuaskan dan sangat membantu para kru dalam memproduksi naskah berita kepenyiaran.
Salah satu kru dan penyiaran Radio Kota Batik, Opick, menyampaikan apresiasi luar biasa atas piranti yang dihasilkan mahasiswa Magang UPGRIS di kantornya. Berkat piranti yang disusunnya ini, waktu yang dibutuhkan redaksi untuk mentraskrip berita kepenyiaran menjadi sangat cepat dan efisien.
“Kehadiran sistem transkrip ini benar-benar memangkas waktu kerja redaksi kami. Kalau
biasanya butuh waktu berjam-jam untuk mengetik ulang hasil interview, sekarang naskah mentahnya sudah langsung jadi dan tinggal disesuaikan sedikit. Ini sangat membantu,” tandas Opick. (za)



