
Banjarnegara, derapguru.com- Setelah pekan lalu diluncurkan di gedung DPRD Banjarnegara, Tim Ekspedisi Dokumenter Jelajah Babad Banjarnegara, Selasa 16 Juni 2026 bertepatan dengan 1 Suro atau 1 Muharam, memulai shooting perdana di dua makam paling penting di Banyumas Raya. Dua makam tersebut adalah makam Wargo Hutomo di Klampok Banjarnegara, dan makam Jaka Kaiman di Dawuhan Banyumas. Di Klampok tim ditemui oleh juru kunci Muhamad Irsyad dan di Dawuhan Sarikin selaku juru kunci makam Jaka Kaiman menemui tim bersama budayawan Banyumas Nassirun Wijaya.
Tim ekspedisi terdiri dari produser dan narasumber yang juga Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara Heni Purwono, sutradara Aziz Arifianto (Direktur Art Film Pictures) dan crew terdiri dari Yogi Ariyanto (Director of Photography dan editor), Solikhin dan Fikri.

Di makam Wargo Hutomo, tim hanya melakukan survey awal dan stocking video karena kondisi audio tidak memungkinkan dikarenakan ada warga yang sedang menggelar acara dangdut dalam rangka hajatan pernikahan.
Di makam Jaka Kaiman, tim cukup banyak mendapatkan informasi sekaligus melakukan pengambilan gambar secara ideal bersama Nassirun. Pada kesempatan itu Nassirun juga menantang tim agar segera menemukan makam Wirayudha sebagai bupati Banjar Petambakan yang pertama.
“Banjarnegara ini nanggung, mengubah hari jadi dan lambang daerah, namun tidak sekalian mencari makam Wirayudha sebagai bupati pertama. Ini menjadi PR tim ekspedisi. Harapannya tokoh-tokoh penting, terutama bupati-bupati awal dapat dimunculkan semua dalam film, agar masyarakat paham secara visualisasi, ini lho makam leluhurnya,” harap Nassirun.
Sutradara film dokumenter Aziz Arifianto berjanji, pihaknya akan memberikan upaya terbaik untuk menghasilkan film yang komprehensif mengenai sejarah Banjarnegara.
“Ini harapannya akan menjadi karya monumental yang akan diputar di perayaan hari jadi sebagai tontonan rakyat, dan juga sebagai media edukasi untuk murid-murid di Banjarnegara,” ujar Aziz. (Heni P)




