
SEMARANG, derapguru.com — Kencangnya arus guru pensiun dan guru baru dalam satu dekade banyak membawa perubahan besar dalam organisasi PGRI. Selain banyak anggota yang purnatugas, organisasi PGRI juga memiliki tantangan tersendiri untuk merekrut guru baru menjadi anggota organisasi.
Tantangan tersebut disampaikan Kabiro Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi PGRI Jawa Tengah, Dr Joko Siswanto MPd, dalam “Rakor Biro-Bidang-Seksi Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi PGRI Jawa Tengah,” yang digelar secara virtual, Sabtu 1 Agustus 2026.
“Program mandatori pertama adalah optimalisasi rekrutmen anggota baru sampai dengan 95 persen dari jumlah guru di Kabupaten/Kota,” urainya.
Joko Siswanto menambahkan, selain optimalisasi rekrutmen anggota baru, dirinya juga menekankan pengelolaan keanggotaan melalui Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) dan KTA Digital. Di luar itu, pemutakhiran data anggota melalui verifikasi dan validasi berkelanjutan oleh PGRI Kabupaten/Kota dan PGRI Cabang/Cabang Khusus.
“Ada juga optimalisasi pemanfaatan KTA Digital untuk peningkatan kualitas layanan kepada anggota. Dan, pelatihan dan/atau bimbingan teknis kepada admin keanggotaan dalam melakukan pemutakhiran data anggota,” ungkap Joko Siswanto.
Lebih lanjut Joko Siswanto menuturkan, kegiatan rapat koordinasi ini sendiri sebenarnya bertujuan agar antara biro-bidang-seksi memiliki ruang koordinasi, konsultasi, evaluasi, dan sinkronisasi mengenai program kegiatan.
“Melalui forum ini mari kita diskusikan mana-mana program yang bisa dijalankan, disinkronisasi, atau dikolaborasikan dengan PGRI Jawa Tengah,” tandas Joko Siswanto
Rakor dibuka oleh Wakil Ketua I PGRI Jawa Tengah, Dr Hj Sri Suciati MHum, mewakili Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, yang sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. (za)




