
Kendal, derapguru.com. PGRI Jawa Tengah yang selalu menjadi juara tingkat nasional dalam pengelolaan organisasi, menjadi inspirasi Ketua PGRI Kabupaten Kendal, Drs Hari Murti, MPd dalam pengelolaan PGRI di wilayah yang dipimpinnya. Hal ini diungkapkan Hari Murti dalam Konkerkab II PGRI Kabupaten Kendal yang digelar di gedung PGRI setempat, Sabtu 1 Agustus 2026. Hari Murti juga menyatakan, di Kendal tidak ada hal yang disembunyikan, semua dikelola secara transparan dan akuntabel. “Dalam pengelolaan organisasi PGRI, kami punya miniatur best praktice, yakni PGRI Jawa Tengah”, ucap Hari Murti menegaskan.
Selanjutnya diungkapkan, jika di tahun pertama, pihaknya fokus pada pembenahan keuangan, maka di tahun kedua, fokus pada konsolidasi organisasi. Dan kini, di PGRI Kabupaten Kendal juga ada tim satgas safara haji. Hari Murti menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota, Pengurus PGRI Kabupaten Kendal, serta Pengurus Cabang dan Ranting, yang telah bekerja sama dengan baik, sehingga PGRI Kabupaten Kendal ditetapkan oleh provinsi sebagai yang terbaik dalam pengelolaan keuangan PGRI tingkat kab/kota. “Kita tidak berjuang sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama dalam mengelola organisasi ini”, ujar Hari Murti. Hari Murti pun berharap langganan majalah Derap Guru dapat ditingkatkan. “Memasuki tahun ketiga ini, kami mohon dukungan semuanya, untuk kesuksesan kita bersama”, tambah Hari Murti.
Sebelumnya, Ketua Panitia, H Fauzan, SPd melaporkan tentang Dasar pelaksanaan Konkerkab II, tujuan, tema, peserta, tugas Konkerkab II, dan sumber dana.
Dijelaskan, tujuan Konkerkab II ini adalah untuk menilai dan melaporkan pelaksanaan program kerja tahun 2025, serta menyusun dan menetapkan program kerja dan APBO tahun 2026.

“Adapun Tema Konkerkab II PGRI Kabupaten Kendal masa bakti XXIII ini adalah, Guru Bermutu, Indonesia Maju”, jelas H Fauzan.
Konkerkab II PGRI Kabupaten Kendal masa bakti XXIII ini dibuka oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Drs Ferinando RAD Bonay. Dalam sambutannya, Ferinando menegaskan, bahwa PGRI adalah Mitra Strategis Dinas Pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah yang dipimpinnya. Karena itu, Ferinando mengaku selalu hadir memenuhi undangan PGRI. Berikutnya Ferinando mengungkapkan sejumlah persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini, diantaranya adalah masih adanya kekurangan guru, kepala sekokah, dan pengawas. “Di SD itu dibutuhkan 38 pengawas, tetapi baru ada 14”, ujar Ferinando.

Diungkapkan juga, persoalan yang dihadapi pemerintah kabupaten saat ini adalah keterbatasan anggaran. “dengan keterbatasan anggaran saat ini, kita benar-benar mengandalkan PAD”, ujarnya. Ferinando pun menyatakan Dinas Pendidikan akan sangat sulit melaksanakan program peningkatan mutu profesi guru tanpa PGRI. Karena itu pihaknya mengaku berterima kasih kepada APKS PGRI yang sangat membantu dalam upaya peningkatan mutu profesi guru.
Melalui Konkerab II ini, Ferinando berharap PGRI dapat menyusun program kerja yang benar-benar dibutuhkan para guru. “seperti slogan YAMAHA, kami berharap dalam peningkatkan kualitas guru di Kabupaten Kendal akan semakin di depan”, ujar Ferinando.
Penghargaan
Pada kesempatan tersebut, PGRI Kabupaten Kendal memberikan penghargaan kepada cabang terbaik dalam bidang Tertib Administrasi dan Keuangan. Berturut-turut sebagai juara 1, 2 dan 3 penghargaan diberikan kepada PGRI Cabang Cepiring, Cabang Patebon, dan Cabang Limbangan.

Selanjutnya penghargaan juga diberikan kepada Cabang yang berlangganan Derap terbanyak. Berturut-turut penghargaan sebagai juara 1, 2, dan 3 diberikan kepada PGRI Cabang Sukorejo, Cepiring, Singorojo.

Turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr Hj Sri Suciati, M Hum, yang hadir bersama Ketua Bito Seni Budaya dan Olahraga Dr Dyah Nugrahani, M.Pd. (pur)




