
Kendal, derapguru.com. Mengelola organisasi PGRI agar sukses dalam melaksanakan program kerja dan mememenuhi harapan anggota membutuhkan komitmen, konsistensi, disiplin, dan fokus. Empat hal ini disebutkan sebagai mantra untuk mewujudkan kesuksesan. Kalau ingin sukses, siapkan mantra tersebut, dan jangan takut lelah untuk mewujudkan kesuksesan. Hal ini diungkapkan Dr Hj Sri Suciati, M Hum saat hadir dan berbicara dalam Konkerkab II PGRI Kabupaten Kendal, yang di gelar di gedung PGRI Kabupaten Kendal, Sabtu 1 Agustus 2026.

Dr Sri Suciati yang hadir mewakili Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M Hum ini kemudian mengungkapkan, bahwa Ketua PGRI Kabupaten Kendal, Drs Harimurti, M Pd adalah sosok ketua PGRI yang visioner, dan telah melakukan studi tiru ke PGRI Jateng. Dr Sri Suciati sebelumnya menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut.
Dr Sri Suciati kemudian menyampaikan apresiasi kepada Pengurus PGRI Kabupaten Kendal, atas kesuksesannya dalam mengelola organisasi PGRI. Hal ini ditandai dengan beberapa hal, diantaranya jumlah anggota meningkat, Konkerkab II dilaksanakan sesuai AD/ART (tepat waktu, tidak terlambat, Red), Iuran anggota lunas dan mendapat penghargaan dari PGRI Jateng. Dijelaskan, Iuran adalah ibarat darahnya organisasi. Banyak orang yang tidak paham organisasi mengatakan PGRI hanya menarik iuran, padahal iuran itu sangat penting dan dibutuhkan agar organisasi dapat bergerak menjalankan program kerjanya. Dan Iuran anggota PGRI di Jawa Tengah itu baru mengcover 50% kebutuhan APBO. Selebihnya didukung dari hasil usaha dan bantuan dari anak lembaga dan alat kelengkapan organisasi. “Iuran anggota PGRI di Jawa Tengah itu baru mengcover 50% kebutuhan APBO. Selebihnya didukung dari hasil usaha dan bantuan dari anak lembaga dan alat kelengkapan organisasi”, ujar Dr Sri Suciati menjelaskan.
Ditambahkan, beberapa kegiatan usaha, anak lembaga dan badan khusus yang ada di PGRI Jawa Tengah itu diantaranya Daspen dan BPR Guru, yang hanya ada di PGRI Jateng, YPLP PT yang mengelola UPGRIS, kemudian ada juga hotel, Rumah Makan, dan Derap Guru.
Mantan Rektor UPGRIS ini kemudian menjelaskan bahwa PGRI Jawa Tengah mengedepankan prinsip Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana organisasi, sehingga setiap tahun menjelang Konkerprov selalu dilakukan pemeriksaan keuangan oleh tim pemeriksa. Hal ini pula yang dilakukan oleh pengurus PGRI kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Diungkapkan pula, penggunaan dana organisasi itu antara lain untuk membantu guru yang punya kasus hukum, mereka didampingi dan dibela oleh LKBH PGRI. Kemudian juga untuk membiayai berbagai kegiatan organisasi, termasuk Konferensi Kerja yang pelaksanaannya tidak pernah menarik iuran dari anggota. PGRI Jateng juga melakukan bakti sosial, untuk membantu masyarakat yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Dan masih banyak lagi kegiatan lain yang dilakukan PGRI Jawa Tengah.
High Tech dan High Touch
Dr Sri Suciati kemudian mengingatkan para guru, bahwa Delivery knowledge saat ini tidak hanya lewat guru, dan harus dipahami bahwa guru hadir bukan hanya mengajar, tetapi untuk mendidik dan menanamkan karakter anak.
Saat ini anak bisa menggunakan chat GBT dan AI, tetapi ibarat berlayar bisa jadi anak tidak tahu batas berlayarnya dan tidak tahu ketika ada batu karang yang membahayakan. Karena itu, guru selain harus menguasai High tech dan juga haru menguasai High touch. Guru punya hati nurani, punya empati, dan punya kreativitas, sedangkan AI tidak punya itu. Maka pastikan melalui peran guru, anak-anak tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensinya. “Saat ini anak-anak tidak punya ketahanan membaca, dan ketahanan belajar, maka tugas guru adalah membangkitkan semangat belajar, menumbuhkan empati, dan mengembangkan kretivitas, agar anak-anak tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensinya”, jelas Dr Sri Suciati.
Dr Sri Suciati yang hadir bersama pengurus PGRI Jateng, Dr Dyah Nugrahani pada kesempatan tersebut juga mengapresiasi Bupati Kendal dan Dinas Pendidikan yang memberi dukungan penuh kepada PGRI dan mengijinkan para guru memakai seragam PGRI pada saat diperlukan.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Kendal, Drs Ferinando RAD Bonay. Hadir pula perwakilan dari Kemenag, dan Cabang Dinas Pendidikan wilayah II Kendal.
Penghargaan
Pada kesempatan tersebut, PGRI Kabupaten Kendal memberikan penghargaan kepada cabang terbaik dalam bidang Tertib Administrasi dan Keuangan. Berturut-turut sebagai juara 1, 2 dan 3 penghargaan diberikan kepada PGRI Cabang Cepiring, Cabang Patebon, dan Cabang Limbangan.

Selanjutnya penghargaan juga diberikan kepada Cabang yang berlangganan Derap terbanyak. Berturut-turut penghargaan sebagai juara 1, 2, dan 3 diberikan kepada PGRI Cabang Sukorejo, Cepiring, Singorojo. (pur)




