
Boyolali, derapguru.com-Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Hj Sri suciati, M Hum yang hadir mewakili Ketua Dr H Muhdi SH M Hum, pada Konkerkab II PGRI Kabupaten Boyolali di gedung PGRI setempat, Rabu 22 Juli 2026, menyampaikan Apresiasi atas terlengganya Konkerkab II PGRI Kabupaten Boyolali sesuai AD /ART PGRI Aoresiasi juga diberikan karena PGRI Kabupaten Boyolali telah melunasi iuran anggota tepat waktu, dan dapat melaksanakan program kerja bersinergi dengan program dan kebijakan pemerintah kabupaten.
Terkait iuran anggota, Dr Sri Suciati menyatakan,. Iuran anggota adalah darahnya organisasi. Ditambahkan, Iuran anggota 8000 rupiah per bulan itu untuk kegiatan organisasi di tingkat pusat (PB PGRI) 10%, PGRI Provinsi 20%, PGRI Kab/kota 30%, dan PGRI Cabang/Cabsus 40%.

“Dengan program dan kegiatan PGRI Jateng yang sangat banyak, Iuran anggota itu belum bisa mengcover seluruh kebutuhan organisasi. Karena itu, di Jateng dikembangkan berbagai kegiatan usaha untuk mencukupi kebutuhan dana organisasi. Selain itu kebutuhan anggaran PGRI Jateng juga mendapat bantuan dari anak lembaga dan perangkat organisasi yang ada”, ujar Dr Sri Suciati menjelaskan
Mantan Rektor UPGRIS ini kemudian mengungkapkan 11 Prodi di perguruan tinggi tersebut kini telah terakreditasi Internasional yang berpusat di Jerman (ACQUIN), Selain itu ada tiga prodi, yakni PBI, PBSI, dan Pend Dasar tahun ini merima mahasiswa dengan biaya LPDP,
High Tech dan High Touch
Dr Sri Suciati kemudian mengungkapkan, Sinergotas PGRI dengan Dinas Pendidikan itu menghasilkan energi positif.dalam Kebijakannya untuk memperjuangkan kesejahteraan dan profesionalitas guru.
Terkait hal tersebut, Dr Sri Suciati berharap Konkerkab II PGRI Kabupaten Boyolali menghasilkan Program yang benar-benar menyentuh kebutuhan anggota.
Diingatkan, tahun 2026 menuntut kita bergerak lebih cepat, agar seluruh program dapat dijalankan secara optimal untuk kepentingan anggota, kepentingan organisasi dan kemajuan pendidikan. Menyikapi perkembangan teknologi, informasi dan AI, Dr Sri Suciati mengingatkan para guru untuk tidak takut menghadapinya. “Perkembangan teknologi dan AI itu keniscayaan. Sumber belajar itu bukan hanya guru, tetapi peran guru bermutu dalam mendidik siswa tidak tergantikan, karena guru punya high tech dan high touch, punya kreativitas, punya hati nurani, punya empati”, jelas Sri Suciati menegaskan.

Ditambahkan, peran guru itu ibarat pecinta tanaman, yang tahu bagaimana merawat tanaman agar terus tumbuh baik dan optimal.
“Guru bermutu itu tahu kebutuhan murid-muridnya, untuk terus tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensinya”, jelas Sri Suciati
Dikatakan, murid itu tidak butuh guru yang sempurna, tetapi butuh guru pembahagia, yang bisa menumbuhkan kecintaan belajar, kreativitas, dan semangat untuk terus tumbuh dan berkembang sesuai potensinta.
Dr Sri Suciati juga mengungkapkan, berkat bimbingan guru dan oranv tua, ada seorang anak kelas 6 SD di Boyolali bernama Ibrahim, mendapat apresiasi / penghargaan dari NASA karena mampu menunjukkan adanya celah keamanan cyber pada lembaga tersebut.
.
Kepada pengurus dan anggota PGRI, Sri Suciati mengajak untuk sama-sama berjuang agar berbagai persoalan guru dan pendidikan dapat teratasi dengan baik.
“Kita harus bekerja keras dan bersama-sama mewujudkan visi organisasi PGRI yang kita cintai, dengan aksi nyata, Karena Visi tanpa aksa itu ibarat halusinasi”, tegas Sri Suciati mengingatkan.
Sebelumnya, sambutan telah disampaikan dalam acara tersebut, oleh Ketua PGRI Kabupaten Boyolali, Wahyudi SPd, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali Dwi Hari Kuncoro, S.STP, MSi.. turut hadir pula dalam acara tersebut utusan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah, dan dari Kemenag, serta undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis, SK Kepengurusan PGRI Ranting. Di Kabupaten Boyolali saat ini ada 273 Ranting yang seluruhnya menerima SK Kepengurusan PGRI (Pur)




