Home > D’PGRI > APKS PGRI Jateng: Menulis Itu Gampang, Ga Usah Dipikir, Sing Penting Tulis Wae

APKS PGRI Jateng: Menulis Itu Gampang, Ga Usah Dipikir, Sing Penting Tulis Wae

MAGELANG, derapguru.com — Menulis itu tidak serumit apa yang dibayangkan. Sebagian besar orang susah menulis karena kebanyakan berpikir, tanpa segera menuangkan apa yang ingin ditulisnya. Tips menarik inilah yang disampaikan Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Provinsi Jawa Tengah, Drs Agung Purwoko MPd, saat dalam acara ‘Pengukuhan Pengurus Forum Pena Guru Literasi Masa Bakti XXII PGRI Provinsi Jawa Tengah’, di SMA Taruna Nusantara Magelang, Sabtu 22 Oktober 2022.

“Menulis itu gampang, ga usah dipikir, sing penting tulis wae. Lho Pak nanti bahasanya bagaimana? Gampang, itu bukan urusan panjenengan, itu gaweane editor. Lha nanti menerbitkannya? Itu juga gampang, itu ada timnya di penerbitan (PGRI Jateng Press),” tutur Agung.

Lebih lanjut, Agung menyampaikan, PGRI Jateng memiliki program bagus bernama “Guru Menulis”. Program ini berangkat dari PGRI Jawa Tengah yang kemudian diadopsi menjadi program PGRI pusat. Meski sudah dikembangkan sebagai program pusat, di Jawa Tengah program itu masih terus berlangsung.

“Guru Menulis itu masih terus berlangsung. Program ini telah melahirkan ratusan buku karya-karya guru. Dulu buku-bukunya sebanyak 600-an sempat diborong oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Ini program menarik, silahkan diperbesar dan dimanfaatkan,” urai Agung.

Lebih lanjut Agung mengungkapkan, ada program menarik lain terkait tulis-menulis yang belum terealisasi karena keburu diterjang pandami. Program tersebut adalah “Sekolah Editor” yang akan mengajarkan guru-guru bagaimana cara menyunting naskah yang akan dijadikan sebuah buku.

“Monggo kami berikan tantangan. Mari kita perbanyak editor-editor yang akan membantu guru-guru menulis. Editor-editor inilah yang akan membantu guru-guru menulis, merapikan, dan membenahi tulisan-tulisan yang dibuat guru,” tandas Agung.

Terkait dengan editor, lanjut Agung, ada nilai plus yang akan dapat diperoleh guru-guru. Sebab dalam entri buku, nama editor buku akan dicantumkan. Dicantumkannya nama editor bisa juga digunakan untuk angka kredit kenaikan jabatan. (Agus Wis/za)

Leave a Reply