
BOYOLALI, derapguru.com – Dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberikan pelatihan kepada para guru SMAN 1 Cepogo, Kabupaten Boyolali, dalam penyusunan perangkat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbasis literasi numerasi, Selasa 18 Agustus 2026.
Tim Pengabdian UPGRIS yang terdiri atas Prof Dr Nur Khoiri MPd, Dr Joko Saefan MSc, Dr Sigit Ristanto MSc dan Dr Affandi Faisal Kurniawan MSc, dalam pelatihan tersebut, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan kemampuan numerasi ke dalam berbagai mata pelajaran.
Ketua Tim Pengabdian, Prof Dr Nur Khoiri MPd, menyampaikan bahwa literasi numerasi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan menghitung. Lebih dari itu, numerasi merupakan kemampuan menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam berbagai konteks kehidupan.

“Kami berikan pemahaman kepada guru mengenai cara menyusun perangkat pembelajaran yang mampu menghadirkan persoalan-persoalan numerasi secara kontekstual,” ungkapnya.
Prof Khoiri menambahkan, dalam proses pelatihan, mereka tidak hanya mengajarkan literasi numerasi sesuai bidang studi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada para guru dalam membaca data, memahami tabel dan grafik, melakukan pengukuran, memperkirakan, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi kuantitatif.
“Literasi numerasi menjadi tanggung jawab guru eksakta saja. Setiap mata pelajaran memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan numerasi peserta didik,” ujar Prof Khoiri.

Lebih lanjut Prof Khoiri menambahkan, kemampuan numerasi sangat penting dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Peserta didik perlu dibiasakan berhadapan dengan data dan informasi yang mengandung angka, persentase, perbandingan, ukuran, maupun representasi dalam bentuk grafik.
“Karena itu, perangkat KBM perlu dirancang agar kegiatan pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan konsep. Guru perlu juga menghadirkan aktivitas yang mendorong peserta didik berpikir tingkat tinggi,” tambahnya.
Dalam pelatihan ini, Prof Khoiri juga mengajak sivitas sekolah untuk mengidentifikasi materi pembelajaran yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi aktivitas numerasi. Misalnya, pada mata pelajaran IPS, guru dapat menggunakan data kependudukan. Pada mata pelajaran IPA, numerasi dapat dikembangkan melalui pengolahan hasil pengamatan dan pengukuran.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan nyata. Peserta didik tidak hanya mengetahui jawaban sebuah persoalan, tetapi juga memahami bagaimana angka dan data digunakan untuk mengambil keputusan. (za)



