
Banjarneraga, derapguru.com-Kerjasama dan kekompakan tim menjadi tema utama perlombaan dalam rangka Pitulasan memperingati HUT RI ke 81 yang digelar di SMAN 1 Sigaluh, Selasa 18 Agustus 2026. Para siswa berlomba estafet ceria dan para guru berlomba bola voli sarung.
Estafet yang dilakukam siswa bukan estafet lari biasa namun terdapat tugas seru yang harus dihadapi tiap etapenya.
Pemain pertama harus membawa karet gelang dengan sedotan plastik di mulut. Karet gelang itu ada di dalam tepung sehingga ketika karet gelang dibawa tentu saja mulut atau muka peserta belepotan di wajah.

Pada etape kedua, sebanyak 4 siswa harus berjibaku membawa sebuah kaleng dengan bantuan tali karet dan rafia tanpa memakai tangan. Pada tahapan ini, mereka bahkan harus berposisi tiarap dan saling kompak agar kaleng dapat dengan mudah diangkat.

Berikutnya empat siswa sudah menunggu untuk etape selanjutnya yaitu memindahkan gelas plastik lagi-lagi dengan sedotan di mulut. Bagian ini cukup menyulitkan dan banyak peserta yang gagal dan harus mengulang.
Terakhir dengan kaki di atas menahan air dalam baskom, empat peserta harus membuka kaos kaki yang mereka kenakan. Risikonya tentu saja tubuh mereka tersiram. Tim yang paling cepat menyelesaikan semua tahapan itu dinyatakan sebagai pemenang.
Lomba guru tak kalah seru. Vola voli yang biasanya memakai tangan kali ini harus memakai sarung yang dipegang dua orang dalam memainkannya. Ditambah, net yang dipakai juga tertutup sehingga para pemain buta akan posisi lawan dan dari mana bola berasal. Alhasil dua tim lebih mirip lomba lempar bola kejutan.
Ketua OSIS SMAN 1 Sigaluh Keza Putri Nurmala Dewi mengungkapkan kegiatan lomba dimaksudkan untuk mengeratkan antar sesama murid dan guru.
“Nilai utama yang ingin kita bangun adalah kerjasama tim. Semoga hal itu terbawa dalam kehiduoan sehari-hari,” ujar Keza. (Herni)



