
SEMARANG, derapguru.com –Empat Wakil Rektor Universitas PGRI Semarang resmi berganti. Tiga personel baru, satu personel lama–dengan posisi berbeda–mulai mengemban amanat selama satu periode kepemimpinan ke depan.
Satu personel lama adalah Prof Dr Nur Khoiri MPd yang menduduki posisi baru sebagai Wakil Rektor I UPGRIS (sebelumnya Wakil Rektor IV). Sedangkan tiga personel baru adalah Dr Arri Handayani SPsi MSi sebagai Wakil Rektor II, Dr Heri Prabowo MM sebagai Wakil Rektor III, dan Dr Agus Sutono SPhil MFil sebagai Wakil Rektor IV.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr H Sapto Budoyo SH MH, di Auditorium 7fl Menara Pusat UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Selasa 28 Juli 2026.

Sapto Budoyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan sebuah agenda rutin dan siklus masa jabatan 4 tahunan di Universitas PGRI Semarang. Pergantian ini adalah salah satu bentuk mekanisme lembaga yang sehat untuk menjaga keberlanjutan dan peningkatan kualitas tata kelola institusi.
“Secara khusus saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada para wakil rektor masa jabatan 2022-2026 atas segala dedikasi kerja keras dan pengabdian yang luar biasa yang telah diberikan untuk UPGRIS. Semoga seluruh ikhtiar yang telah dilakukan menjadi pondasi kokoh bagi perjuangan kampus UPGRIS,” ungkap Sapto Budoyo.
Sapto menambahkan, jabatan yang diemban adalah bentuk amanah yang begitu besar. Dirinya berharap para wakil rektor dapat bergerak cepat, saling bahu-membahu dalam menjalankan semangat kepemimpinan serta mewujudkan visi misi selama empat tahun ke depan.

Pembina UPGRIS yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, berpesan agar empat wakil rektor yang telah dilantik untuk selalu memposisikan diri sebagai sebuah tim. Sebagai sebuah kesatuan yang saling bekerja sama dan saling melengkapi.
“(Bekerja sebagai sebuah tim) Itu adalah gaya kepemimpinan di kampus. Karena di kampus itu banyak orang pinter. Yang lebih pinter dari rektornya ya ada. Yang lebih pinter dari wakil rektornya juga ada. Pasti ada. Wong namanya kumpulane orang-orang pinter,” urai Muhdi.
Muhdi mengingatkan, tantangan yang dihadapi para pemimpin saat ini berbeda dengan tantangan masa lalu saat dirinya memimpin kampus. UPGRIS sekarang jauh lebih besar, maka sudah pasti masalah yang hadir akan lebih berlipat.
“Maka sebagai pemimpin harus terus adaptif, terus berpikir growth, agar apa-apa yang kita hadapi bisa kita selesaikan,” lanjut Muhdi. (za)




