
SEMARANG, derapguru.com — Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Hj Sri Suciati MHum, menitipkan doa pada dua “tamu Allah” dari Kampus UPGRIS yang mendapat panggilan berangkat haji pada tahun ini. Titipan doa-doa tersebut tersampaikan dalam acara “Doa Bersama Pelepasan Jamaah Calon Haji UPGRIS” yang digelar di Auditorium 7fl Menara UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Senin 27 April 2026.
“Titip doa untuk Universitas PGRI Semarang agar terus bertumbuh. Mohon didoakan agar, yang pertama, mahasiswa dapat terus bertambah, termasuk di tahun 2026 2027 ini, makin banyak dan makin banyak lagi,” urai Sri Suciati.

Sri Suciati juga meminta untuk dipanjatkan doa agar kegiatan Assessmen Lapangan (AL) Akreditasi Internasional yang akan segera dijalani dapat berjalan sukses dan lancar. Selanjutnya, yang belum dapat kelapangan rezeki untuk berhaji atau yang belum mendapat panggilan berhaji supaya segera dapat dan disegerakan.
“Dan jangan lupa, mohon doakan juga teman-teman kita yang masih jomblo. Doakan agar segera mendapatkan pasangannya,” ungkap Sri Suciati.

Dua dosen UPGRIS yang mendapatkan panggilan berhaji adalah Sri Wahyuni SPd MPd (dosen Pendidikan Bahasa Inggris) dan Riyanto SE MSi (dosen Pendidikan Ekonomi). Keduanya akan berangkat bersama pasangan masing-masing untuk menjalankan ibadah di tanah Makkah dan Madinah.
Sri Suciati mendoakan agar dua dosen UPGRIS yang berangkat berhaji ini senantiasa dimudahkan dan dilancarkan dalam menjalankan ibadah. Selanjutnya, dapat pulang ke tanah air dengan keadaan selamat, sehat walafiat,dan menyandang predikat haji mabrur.
“Nikmati setiap kegiatan ibadah yang dijalani. Nikmati makanan yang diberikan kepada kita. Itu adalah makanan terenak di sana. Jangan sampai mengatakan ‘enggak enak’, nanti enggak enak beneran,” pesan Sri Suciati.

Istimewa
Ketua YPLP PT PGRI Jawa Tengah, H Sakbani SPd MH, menyampaikan bahwa yayasan sangat bahagia karena nyaris setiap tahun ada teman-teman kita yang berangkat berhaji. Pasalnya, ibadah haji ini bukan ibadah yang biasa saja, tapi ibadah yang istimewa.
“Ibadah haji ini ibadah yang sangat istimewa. Karena ibadah haji ini perkara waktu dan tempatnya ditentukan. Bahkan pemerintah pun turut menentukan kapan keberangkatannya,” tutur Sakbani.

Sakbani juga berpesan agar selama menjalani ibadah haji senantiasa menjaga hati dan ucapan. Dirinya sendiri pernah memiliki pengalaman mengenai ‘ucapan yang harus hati-hati’ saat menjalani ibadah haji.
“Saya pernah khawatir kehilangan sandal. ‘Tak taruh di sini gek gek ilang’, ternyata ilang tenan. Hal-hal buruk jangan diucapkan. Sebaiknya mulut dijaga dan digunakan untuk istigfar,” pesan Sakbani. (za)




