
SEMARANG, derapguru.com — Pembelajaran yang mengintegrasikan satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya sangat cocok untuk mengajar di jenjang sekolah dasar. Dengan model pengelolaan guru kelas, sangat memungkinkan bagi para guru sekolah dasar untuk mengintegrasikan satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
Konsep pengintegrasian mata pelajaran inilah yang dilatihkan Tim Pengabdian UPGRIS yang terdiri atas Dr Lina Putriyanti SPd MPd, Singgih Adhi Prasetyo SSn MPd, Khusnul Fajriyah SPd MPd, dan Dra Sri Lestari MPd pada para guru sekolah dasar yang mengajar di SDN Palebon 02 Semarang, baru-baru ini.
Melalui kegiatan pelatihan bertajuk “Integrasi Seni Rupa dan Keterampilan Menulis Deskripsi”, mereka melatih para guru untuk mengintegrasikan dua mata pelajaran tersebut dalam sebuah rangkaian pembelajaran di kelas.
Ketua Pengabdian UPGRIS, Dr Lina Putriyanti SPd MPd, mengatakan pelatihan ini untuk mengajarkan bagaimana cara mengolaborasikan ekspresi visual dengan kemampuan literasi siswa. Dalam prosesnya, yang dijadikan jembatan untuk memudahkan pelajaran menulis siswa adalah pelajaran seni rupa.
“Pengintegrasian ini dimulai dari proses visualisasi objek terlebih dahulu sebelum menuangkannya ke dalam tulisan deskriptif yang detail,” urai Lina.
Lina menambahkan, dengan memvisualisasi obyek terlebih dahulu dalam bentuk gambar (seni rupa) ternyata proses menuangkan dalam bentuk teks (menulis) jauh lebih mudah. Cara ini menjadikan pelajaran menulis yang selama ini bikin pusing para guru menjadi lebih mudah diterapkan
“Banyak guru merasa metode ini memberikan solusi atas kendala ‘mentok’ yang sering dialami siswa saat diminta menulis. Dengan adanya stimulus (berupa) gambar hasil karya sendiri, siswa memiliki pemahaman objek yang lebih kuat sebelum mulai menulis,” ungkap Lina.
Kepala SDN Palebon 02 Semarang, Sriwati SPd, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tim pengabdian dari UPGRIS ini. Para guru merasa sangat terbantu dengan metode-metode sederhana tapi efektif untuk memecahkan problem para guru.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran tim di sekolah kami. Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh para guru agar proses belajar mengajar di kelas menjadi lebih segar, interaktif, dan tidak membosankan bagi siswa,” ujar Sriwati. (za)



