
SEMARANG, derapguru.com — Ada beberapa perbedaan mendasar ketika assesmen mendalam diperbandingkan dengan assesmen konvensional. Salah satu di antaranya adalah perbedaan tujuan yang hendak dicapai dari kedua assesmen tersebut.
Hal tersebut disampaikan Pakar Assesmen Pendidikan UPGRIS, Prof Dr Wiyaka MPd, dalam webinar “Pelatihan Assesmen Dalam Pembelajaran Mendalam” yang digelar PGRI Provinsi Jawa Tengah secara daring, Selasa 5 Mei 2026.
“Tujuan Assesmen Autentik mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu pada situasi nyata. Sedangkan tujuan Assesmen Konvensional bertujuan mengukur seberapa banyak pengetahuan yang diingat dan dihafal siswa,” urai Prof Wiyaka.
Prof Wiyaka menambahkan, assesmen autentik dapat dilakukan melalui tugas, praktik, proyek, demonstrasi, dan portofolio. Sedangkan assesmen konvensional yang biasa dilakukan dengan tes memilih jawaban, pilihan ganda, atau menjodohkan.
“Apa yang dilakukan dalam assesmen autentik mirip dengan apa yang kita kerjakan di dunia nyata. Sedangkan apa yang kita lakukan dalam assesmen konvensional hanya bersifat teoretis di atas kertas saja,” ungkap Prof Wiyaka.
Lebih lanjut Prof Wiyaka menyampaikan bagian lain yang membedakan kedua assesmen ini, assesmen autentik mengedepankan pada program pengerjaan dan kualitas hasil karya. Sedangkan assesmen konvensional terletak pada hasil akhir berwujud skor atau nilai angka.
“Baik assesmen konvensional maupun assesmen autentik ini sama-sama baik dan bisa digunakan untuk mengevaluasi. Tinggal tujuannya mau,” pungkas Prof Wiyaka. (za)




