
KENDAL, derapguru.com — Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari SE MM, secara resmi meluncurkan penggunaan modul Model Pelatihan Kapasitas Guru Berkelanjutan (Kapas Gula) sebagai model pengembangan profesional guru berbasis kebutuhan nyata pada Sabtu, 2 Mei 2026 di SMP Negeri 4 Cepiring.
Kapas Gula merupakan sebuah inovasi daerah yang diinisiasi oleh Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando RAD Bonay. Peresmian ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjadikan peningkatan kompetensi guru sebagai prioritas utama pembangunan Pendidikan.
Bupati Dyah Kartika, menyampaikan dukungan penuh dan harapan besar dalam dunia pendidikan, terutama untuk guru sebagai pusat transformasi. Melalui peresmian Kapas Gula, diharapkan pendidikan bermutu bukan sekadar cita-cita, tetapi sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.
“Peresmian ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru. Hardiknas kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum akselerasi kebijakan Pendidikan dengan menghadirkan harapan baru bahwa pendidikan bermutu bukan sekadar cita-cita, tetapi sesuatu yang dapat diwujudkan bersama” urai Bupati.
Tema Hardiknas setiap tahun selalu mengingatkan bahwa pendidikan adalah proses panjang yang membutuhkan keseriusan semua pihak. Dengan adanya modul pelatihan Kapas Gula ini, arah kebijakan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando RAD Bonay.
“Tema Hardiknas setiap tahun selalu mengingatkan bahwa pendidikan adalah proses panjang yang membutuhkan keseriusan semua pihak. Tantangan yang dihadapi tidak berbeda dengan daerah lain seperti di antaranya pelatihan guru yang belum berkelanjutan, belum berbasis kebutuhan nyata, serta minimnya pendampingan pascapelatihan. Dengan adanya modul pelatihan Kapas Gula ini, arah kebijakan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan” kata Feri.
Berbeda dengan modul pelatihan pada umumnya, modul Kapas Gula ini merupakan sebuah ekosistem pengembangan profesional guru berbasis data, melalui rapor kompetensi yang memetakan kebutuhan belajar secara spesifik. Pelaksanaannya dilakukan melalui berbagai jalur, seperti pembelajaran individu berbasis kebutuhan guru, pelatihan di tingkat sekolah, komunitas belajar (KKG/MGMP), hingga kemitraan dengan berbagai lembaga Pendidikan.
Momentum ini menegaskan bahwa perubahan besar dalam pendidikan selalu dimulai dari langkah konkret di tingkat lokal. Dengan menjadikan guru sebagai pusat transformasi, Lebih lanjut, Ferinando menegaskan jika melalui modul ini, pelatihan guru ke depan tidak hanya sebagai formalitas semata. Materi pelatihan akan disesuaikan kebutuhan hingga pemantauan lebih lanjut pasca pelatihan untuk memastikan adanya adanya perubahan atau tidak.
“Pendidikan pelatihan guru itu seringnya hanya formalitas. Padahal masalahnya jelas, di mana materi pelatihan sering tidak sesuai kebutuhan, guru dibiarkan sendiri setelah pelatihan, serta tidak ada yang memantau adanya perubahan pasca pelatihan atau tidak. Kapas Gula bukan hanya sebuah program, tetapi sebuah sistem dan gerakan perubahan. Dengan langkah implementasi yang jelas—mulai dari pemetaan, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi—model ini menjadi contoh praktik baik peningkatan kinerja guru berbasis data dan kolaborasi. Jika dijalankan secara konsisten, Kapas Gula tidak hanya meningkatkan kinerja guru, tetapi juga memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Kendal mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas” tegas Feri.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Supardi SPd MPd, menyampaikan bahwa tantangan terbesar justru setelah peresmian, seperti konsisten dan disiplin dalam menjalankan, serta kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
“Saya sudah lama di dunia Pendidikan. Jadi setelah peresmian ini, tantangan terbesar justru pasca peresmiannya, seperti konsisten dan disiplin dalam menjalankan Pendidikan yang berkualitas, serta kemauan untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan adanya modul Kapas Gula ini, Kabupaten Kendal sudah menunjukkan bahwa Transformasi pendidikan bisa dimulai dari daerah, guru adalah pusat perubahan, dan Inovasi harus berbasis kebutuhan yang lebih nyata ” ungkap Supardi. (Eva Dwi Susanti)



