Home > D’PGRI > Wajibkan Saja Pakai Baju PGRI, Guru Ora Wani Aneh-Aneh

Wajibkan Saja Pakai Baju PGRI, Guru Ora Wani Aneh-Aneh

HALAL BIHALAL PGRI KOTA SEMARANG

SEMARANG, derapguru.com – Ada tips unik yang disampaikan Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi, untuk menjaga kemurnian karakter dan moralitas para guru. Tidak perlu aturan ketat atau pengawasan lebih dari petugas Satpol PP. Cukup wajibkan saja para guru memakai seragam PGRI tiap hari, semua pasti akan aman.

Tips unik tersebut disampaikan Dr Muhdi saat memberikan sambutan dalam acara “Halal Bihalal Keluarga Besar PGRI Kota Semarang,” yang dipusatkan di Ruang Seminar Lantai 6 Menara Kampus IV Universitas PGRI Semarang, Senin siang tadi 8 Mei 2023.

“Cukup tiap hari disuruh pakai seragam PGRI saja. Kalau sudah pakai seragam PGRI, guru mau apa-apa pasti mikir. Guru kok begitu. Jadi ndak perlu sampai menerjunkan Satpol PP. Cukup dengan seragam, mereka otomatis akan terjaga dari pelanggaran,” tutur Dr Muhdi di hadapan lebih dari 1000 orang anggota dan PGRI Kota Semarang.

Keberhati-hatian guru saat mengenakan seragam PGRI, lanjut Dr Muhdi, merupakan bukti bahwa seragam PGRI bisa menjadi sarana identitas juga sebagai sarana pengawasan. Maka, akan sangat aneh, bila ada kepala daerah mengganti seragam PGRI dengan seragam yang lain.

“Ndak hanya mengganti seragam PGRI. Ada pula kepala dearah yang melarang menggunakan seragam PGRI saat memperingati Hari Guru Nasional. Padahal, tanggal peringatan Hari Guru itu diambil dari tanggal lahirnya PGRI. Ini bukti mereka tidak paham sejarah,” tutur Dr Muhdi.

Kalau alasannya, lanjut Dr Muhdi, ada organisasi guru lain yang turut merayakan Hari Guru, semestinya anggota PGRI tidak perlu sampai dilarang pakai seragamnya. Biarkan anggota PGRI mengenakan seragam PGRI, sedangkan yang bukan anggota PGRI biarkan pula untuk memakai seragam mereka masing-masing.

Permohonan Maaf

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Semarang yang juga Wakil Rektor IV Universitas PGRI Semarang, Dr Nur Khoiri, mewakili pengurus PGRI Kota Semarang menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada anggota dan pimpinan yang lebih tinggi. Dr Nur Khoiri juga meminta seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga solidaritas dan teguh menjalankan keputusan organisasi.

“Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) PGRI Jawa Tengah telah memutuskan untuk memberikan mandat pada Dr Muhdi untuk memperluas perjuangan melalui kontestasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng. Untuk itu mari terus kita kawal dan sukseskan agar organisasi ini memiliki wakil di level pemerintahan yang bisa membantu memudahkan perjuangan organisasi,” tandas Dr Khoiri. (za)

You may also like
Dr Muhdi: Siapapun Yang Tidak Hadir Rugi Besar
Dr Bunyamin: Ramadan Membuat Kita Kembali Menemukan Jati Diri
Cerita Tengkleng, Nasi Ayam, dan Bakso di Halal Bi Halal UPGRIS
PGRI Sragen: Jangan Sampai Produktivitas Turun Saat Puasa

Leave a Reply