
SEMARANG, derapguru.com — Dengan keris terhunus lima penari bergerak lincah menebas angin. Tubuhnya bergerak dengan tegas menunjukkan olah kanugaran yang kuat dan mematikan. Sekali ayun, musuh akan terbebas oleh tajamnya keris beracun yang dijamas warangan.
Ketika mereka beralih senjata tombak. Kelincahan pasukan Nyi Ageng Serang ini tiada pupus. Tombak yang terayun ganas membuat ronce-ronce melati pada pangkal besi berderak-derak mengikuti keliaran tombak.


Ya. Gambaran itulah yang tampak saat mahasiswa PBSD FPBS UPGRIS memainkan Tari Andira dalam pembukaan Narawita Fest 2026 di Seminar Hall Menara UPGRIS Kampus Gajah Semarang, Rabu 7 Oktober 2026. Tari Andira adalah tari yang menunjukkan gerakan lincah panglima perang perempuan Kerajaan Mataram, Nyai Ageng Serang, dalam perang melawan Belanda.
Dalam acara pembukaan tersebut, selain penampilan Tari Andira, juga ditampilkan berbagai macam performing dan performance art. Beberapa di antaranya seperti pembacaan puisi, kolaborasi musik dan puisi, dan berbagai penampilan seni lainnya.


Dekan FPBS, Siti Musarokah SPd MHum, menyampaikan apresiasi luar biasa pada seluruh sivitas akademika FPBS UPGRIS yang telah merancang agenda Narawita Fest. Agenda tahunan ini merupakan kegiatan yang digelar untuk menyambut datangnya Bulan Bahasa yang selalu diperingati setiap bulan Oktober.
“Bulan Bahasa yang jatuh pada bulan Oktober ini adalah bulannya sivitas akademika FPBS. Mari kita rayakan bulan ini dengan berkarya dan melestarikan budaya,” ungkapnya.


Siti Musarokah menambahkan, Narawita Fest juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk berekspresi. Para dosen, mahasiswa, siswa, maupun masyarakat umum akan bergabung untuk memeriahkan pelaksanaan berbagai agenda Narawita Fest.
“Pada perayaan ini kita juga kedatangan dua mahasiswa baru yang dulu saat masih siswa pernah terlibat dan menjadi juara dalam Narawita Fest dan sekarang menjadi keluarga besar kita. Selamat datang untuk Nawira Fatimatuzzahra yang telah bergabung dengan prodi PBSI dan Indra Prayogi yang telah bergabung dengan prodi PBSD,” ungkap Siti Musarokah.



Ketua Panitia, Dr Theresia Cicik Sophia Budiman MPd, mengatakan bahwa tema Narawita Fest tahun ini adalah “Merajut Cerita, Menjaga Bahasa, Merawat Budaya. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, sebab di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, bahasa dan budaya menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Teknologi berkembang, cara berkomunikasi berubah, dan generasi muda semakin akrab dengan berbagai budaya dari seluruh penjuru dunia. Narawita Fest hadir sebagai sebuah ruang perjumpaan. Ruang untuk bercerita. Ruang untuk berekspresi. Ruang untuk belajar. Ruang untuk mengapresiasi. Dan ruang untuk merawat bahasa, sastra, serta budaya,” urainya.


Cicik menambahkan, dalam kegiatan ini ada berbagai rangkaian agenda yang akan berjalan selama satu tahun ke depan. Beberapa agenda tersebut antara lain Lomba Puisi Tiga Bahasa dan Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat, Lawatan Bahasa dan Sastra, Anugerah Sekolah Berdaya Bahasa dan Sastra.
“Ada pula Anugerah Tokoh Berdaya Bahasa dan Sastra, Panggung Bahasa dan Sastra, serta Puncak Kegiatan Narawita Fest yang akan digelar pada 9 November mendatang,” tandas Cicik. (za)




