
Derapguru.com – Purbalingga.
Penguatan organisasi diarahkan pada pelayanan anggota dan keberlanjutan program.
Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah H. Sakbani, S.Pd., M.H., menegaskan penguatan organisasi PGRI harus dibangun melalui solidaritas anggota, kemandirian keuangan, serta pelayanan organisasi yang nyata bagi guru.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten Purbalingga, berlangsung di Gedung Guru PGRI Purbalingga, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Sakbani, organisasi profesi guru tidak cukup hanya menjalankan kegiatan administratif, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat langsung bagi anggota hingga tingkat cabang dan ranting. “Organisasi akan kuat kalau solidaritas anggota kuat dan pengelolaannya transparan,” kata Sakbani di hadapan segenap peserta.
Dalam materinya, Sakbani memaparkan peran Yayasan Dana Setiakawan Guru Jawa Tengah (Daspen) sebagai bentuk kepedulian sosial antar anggota PGRI. Program itu memberikan bantuan kepada anggota yang memasuki masa pensiun maupun keluarga anggota yang mengalami musibah kematian.

Menurutnya, Daspen menjadi bukti bahwa organisasi profesi guru tidak hanya bergerak dalam perjuangan kebijakan pendidikan, tetapi juga membangun solidaritas kemanusiaan di kalangan anggota.
“Daspen membuat anggota merasakan langsung manfaat organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan semangat kesetiakawanan harus terus diperkuat agar PGRI tetap menjadi rumah bersama bagi guru dan tenaga kependidikan.
Selain Daspen, Sakbani juga menyoroti pentingnya media organisasi melalui majalah Derap Guru Jawa Tengah. Data distribusi hingga Juni 2026 menunjukkan media organisasi itu masih aktif beredar di seluruh daerah di Jawa Tengah.
Menurut Sakbani, Derap Guru Jateng menjadi sarana penting untuk menyampaikan informasi pendidikan, kebijakan organisasi, serta perkembangan perjuangan profesi guru kepada anggota hingga tingkat cabang.
“Media organisasi adalah alat konsolidasi agar pengurus dan anggota tetap terhubung,” katanya.
Selain distribusi majalah, pengurus juga mendorong optimalisasi kalender organisasi sebagai media informasi dan penguatan identitas PGRI di daerah.
Dalam pemaparan materi organisasi, Sakbani juga menyinggung kondisi keuangan organisasi PGRI. Ia menjelaskan iuran anggota saat ini baru mampu menutup sekitar 40 persen kebutuhan operasional organisasi.

Padahal kebutuhan organisasi mencakup kegiatan administrasi, rapat organisasi, pendidikan dan pelatihan, kegiatan sosial, transparansi pengelolaan, hingga kampanye organisasi dan rekrutmen anggota baru.
Sumber pendanaan organisasi sendiri berasal dari uang pangkal, iuran anggota, sumbangan tetap donatur, sumbangan tidak mengikat, serta usaha lain yang sah sebagaimana diatur dalam AD PGRI.
Karena itu, PGRI Jawa Tengah mendorong penguatan rekrutmen anggota baru dan pengelolaan organisasi yang lebih profesional agar pelayanan terhadap anggota tetap berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, para pengurus yang menjadi peserta PKP PGRI Purbalingga juga dilatih untuk penginputan kartu tanda anggota secara digital. Sesi ini dibimbing oleh Staff Daspen Provinsi Yuniarto Budi Santoso atau lebih populer dengan nama Yudi.
“Mari berlatih bersama. Silakan untuk mengakses https://dansetjateng.org. Isi data-data yang diminta dalam form yang ditampilkan. Jangan sampai ada kolom yang tidak terisi, nanti akan mengulang lagi dari awal,” jelas Yudi.
Kegiatan penguatan kapasitas tersebut diikuti pengurus PGRI kabupaten, cabang, dan cabang khusus di wilayah Purbalingga. Selain membahas penguatan organisasi, kegiatan itu juga menjadi forum konsolidasi pengurus dalam menghadapi berbagai persoalan pendidikan dan profesi guru di daerah (Wis)




