Home > D’PGRI > Ritual “Pukul Bedug” Penanda Puasa di Wonogiri

Ritual “Pukul Bedug” Penanda Puasa di Wonogiri

WONOGIRI

WONOGIRI, derapguru.com – Kabupaten Wonogiri memiliki tradisi khas menjelang masa ramadan, yakni adanya Tradisi Pukul Bedug. Sore hari menjelang puasa di esok hari, masjid-masjid di Wonogiri akan memukul bedug sebagai pertanda datangnya bulan puasa.

Fenomena menarik ini disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Drs Mulyatno MPd, saat mejadi salah satu pengisi acara “Bincang Ramadan Bareng PGRI Jateng, di UP Radio Semarang, Rabu 5 April 2023. Dalam siaran kali ini, hadir pula Ketua PGRI Kabupaten Rembang, Drs Jumanto MPd, untuk berbagi ruang siar.

“Dulu di setiap masjid di kampung-kampung ada bedugnya. Ukuran bedug biasanya menyesuaikan ukuran masjid. Tiap menjelang masa radaman, satu hari sebelum puasa, waktu sore hari bedug-bedug di masjid dipukul keras sebagai pertanda datangnya awal puasa,” urai Mulyatno.

Lebih lanjut Mulyatno menuturkan, sayangnya dengan kemajuan teknologi, tradisi-tradisi untuk mengabarkan datangnya awal puasa mulai tergeser. Tradisi Pukul Bedug di awal ramadan kini hanya dilakukan di beberapa masjid besar yang masih memiliki bedug.

“Sekarang, karena dampak kemajuan teknologi, banyak masjid yang tidak memiliki bedug. Adanya alat komunikasi modern telah menggantikan peran bedug. Yang masih melakukan Tradisi Pukul Bedug rata-rata masjid besar yang memiliki masih bedug,” ungkap Mulyatno.

Untuk mengantisipasi kepunahan Tradisi Pukul Bedug, lanjut Mulyatno, pemerintah Kabupaten Wonogiri—sebelum pandemi—memfasilitasi adanya Lomba Pukul Bedug. Pesertanya adalah kelompok-kelompok masjid dengan tingkatan lomba mulai pelajar hingga umum dan digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Tradisi-tradisi lain selama ramadan, lanjut Mulyatno, sebagian besar tidak jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Mulai ziarah makam, padusan menjelang ramadan, kenduri menyambut ramadan, salat tarawih, qotmil quran, dan lain-lainnya.

“Harapannya, dengan perkembangan peradaban saat ini, semestinya kualitas taqwa dan iman kita tidak luntur. Maka selama ramadan ini, melalui organisasi PGRI, kami mengajak teman-teman untuk melaksanakan meningkatkan pengembangan kualitas iman dan taqwa di masing-masing daerah. Tugasnya di manapun, tetap berkewajiban untuk membangun itu pada seluruh anggota PGRI,” tandas Mulyatno. (za)

You may also like
PGRI Temanggung: Diminta Tak Diminta PGRI Harus Hadir
Peletakan Batu Pertama Gedung PGRI Kota Pekalongan
PGRI Purbalingga: Bisa Lebih Hening, Lebih Jenih, dan Lebih Cermat
PGRI Batang: Kita Harus Lebih Banyak Bersyukur

Leave a Reply