Home > D’PGRI > Semarang Punya ‘Dugderan’ dan ‘Warak Ngedog’

Semarang Punya ‘Dugderan’ dan ‘Warak Ngedog’

ERWAN RACHMAT

SEMARANG, derapguru.com Singgah di Kota Semarang menjelang masa-masa Ramadan tidak akan lengkap rasanya tanpa menyaksikan kegiatan “Dugderan” dan arak-arakan Warak Ngendog. Dugderan dan Warak Ngendog adalah sebuah simbol tradisi yang berkembang di Kota Semarang untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Gambaran unik Semarang pada masa ramadan inilah yang disampaikan Ketua PGRI Kota Semarang, Erwan Rachmat MPd, saat mengisi acara “Bincang Ramadan Bareng PGRI Jateng” di UP Radio Semarang, Kamis 6 April 2023. Dalam bincang-bincang santai tersebut, hadir pula Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar, Sri Wiyanto, untuk berbagi ruang siar.

“Dugderan ini tradisi mengawali puasa pimpinan Semarang pada masa itu dengan menabuh bedug di Masjid Kauman Kota Semarang. Bedug itu ditabuh ‘dug dug’, kemudian ada suara ‘der’, akhirnya jadilah ‘dugderan’. Dalam dugderan dilakukan juga arak-arakan binatang imajiner Warak Ngendog,” urai Erwan.

Lebih lanjut Erwan menguturkan, Warak Ngendog adalah hewan mitologi yang menjadi simbol kerukunan tiga etnis di Semarang. Warak mengambil wujud buraq dengan kepala naga dan berkaki empat seperti kambing yang merupakan perpaduan antara kebudayaan tiga etnis, yakni Arab, Cina, dan Jawa.

“Warak ini binatang imajiner. Binatang yang hanya ada dalam imajinasi orang Semarang. Masak binatang mirip kambing kok ngendog, bertelur. Mana ada kambing bertelur,” tandas Erwan.

Selain Dugderan dan Warak Ngendog, melewatkan Ramadan di Kota Semarang tidak akan lengkap tanpa mencicipi hidangan khas bubur India jelang berbuka di Masjid Pekojan Kota Semarang. Kuliner bubur India merupakan sajian takjil khas jemaah Masjid Pekojan yang hanya disajikan pada saat bulan Ramadan saja.

“Ini juga sudah menjadi tradisi khas selama ratusan tahun. Setiap datangnya bulan suci Ramadan, Masjid Pekojan selalu menghadirkan bubur India sebagai kuliner wajib bulan Ramadan,” ujar Erwan.

Terkait dengan ibadah Ramadan, Erwan berharap datangnya bulan suci Ramadan dapat membawa kesejukan bagi seluruh elemen masyarakat. Terlebih lagi tahun ini sudah mulai memasuki tahun politik. Datangnya Ramadan semoga bisa membawa kedamaian meski memiliki perbedaan arah politik. (za)

You may also like
Dr Muhdi: Guru Kaget, Cah TK Kaya Ngene Polahe
Peringkat 14 Universitas di Semarang Versi Edurank 2023
Kekerasan Di Pendidikan Hanya Berhenti Oleh Kesadaran Bersama
Raker Kepala TK PGRI se-Kota Semarang

Leave a Reply