Home > Populer > Murid-Murid Kami Bergerak Pulang Jam 12

Murid-Murid Kami Bergerak Pulang Jam 12

Agenda: ACT+1
Reporter: Tim Redaksi

 

KUALALUMPUR, derapguru.com – Murid-murid di sekolah kebangsaan di Malaysia memiliki waktu aktif pemnbelajaran hanya sampai pukul 12.00 siang. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Kebangsaan Padang Tembak 1, Rohana bin Tumirin, saat memberikan penjelasan pada rombongan delegasi PGRI Jawa Tengah yang berkunjung di sekolahnya di sela-sela persiapan mengikuti ACT+1 di Malaysia, Jumat 15 September 2023.

“Murid-murid kami akan bergerak pulang jam 12,” tutur Rohana bin Tumirin yang orang tuanya ternyata dulu berasal dari Kebumen.

SAMBUTAN: Kepala Sekolah Kebangsaan Padang Tembak 1, Rohana bin Tumirin, yang leluhurnya dari Kebumen Jawa Tengah memberikan sambutan untuk rombongan PGRI Jawa Tengah. Foto: Agus Wismanto.

Rohana menuturkan, Sekolah Kebangsaan Padang Tembak 1 yang dikelolanya merupakan sekolah yang dirancang untuk bekerjasama dengan Sekolah Kebangsaan Padang Tembak 2. Kerjasama yang dibangun antarsekolah ini diharapkan akan membuat sekolah menjadi lebih kokoh dan dapat saling menutup kekurangan masing-masing.

“Kami ini bermadu, saling lengkap-melengkapi, semua kekuatan, dan kelemahan dapat diatasi,” tambah Rohana.

PGRI JATENG: Rombongan PGRI Jateng menyempatkan diri berkunjung ke Sekolah Kebangsaan Padang Tembak Malaysia sebelum mengikuti KOnferensi ACT+1 di Negeri Jiran. Foto: Agus Wismanto.

Mengenai jumlah guru dan siswa di sekolah yang dikelolanya, lanjut Rohana, saat ini jumlahnya cukup besar, yakni jumlah murid mencapai kisaran 600 orang. Sedangkan jumkah guru yang dimiliki mencapai jumlah 40 orang.

“Ini barisan guru-guru kami. Saya menguruskan seramai 40 orang. Saya just show-kan saja. Informasi ini terkini, murid kami termasuk pra-sekolah 600 orang,” tutur Rohana.

Mendapati kunjungan rombongan PGRI Jateng, Rohana, mengaku sangat senang dan berbangga hati. Dia juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan dan mengharapkan hubungan baik antara sekolahnya dengan sekolah-sekolah di Indonesia yang terus terjaga di masa-masa mendatang. (za/wis)

You may also like
Siswa MTsN 3 Malang Raih Prestasi di Rumania
Meski Tak Jadi Eskul Wajib, Pramuka Tetap Wajib Ditawarkan
22 Ribu Jurnal Perguruan Tinggi Bakal Dievaluasi Diktiristek
PGRI Purbalingga: Bisa Lebih Hening, Lebih Jenih, dan Lebih Cermat

Leave a Reply