Home > BERITA > Kuliah Perdana UPGRIS, Dr Muhdi Singgung ‘Habits of Mind’

Kuliah Perdana UPGRIS, Dr Muhdi Singgung ‘Habits of Mind’

Agenda: Kuliah Perdana UPGRIS Tahun 2023
Reporter: Tim Redaksi

SEMARANG, derapguru.com – Perkara habitus atau habit pada Era Socety 5.0 telah melebar tidak hanya pada perkara kebiasaan untuk hidup, tetapi juga bergerak pada wilayah kebiasaan untuk berpikir atau ‘habits of mind’. Habits of mind bahkan menjadi kata kunci dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan disrupsi-disrupsi yang bersifat eksponensial.

“Mahasiswa harus ngeyel, harus banyak tanya dan berpikir dalam mencari ilmu atau kebenaran. Ini harus dibiasakan agar muda untuk dapat menjadi cerdas dan unggul,” urai Ketua PGRI Jateng, Dr H Muhdi SH MHum, saat memberikan Kuliah Perdana bagi mahasiswa baru Universitas PGRI Semarang yang dipusatkan di Balairung UPGRIS, Selasa 19 September 2023.

Dr Muhdi menyampaikan, habits of mind yang akan membuat mahasiswa menjadi cerdas dan unggul, antara lain: kebiasaan untuk berpikir fleksibel, kebiasaan mendengarkan dengan pemahaman dan empati, kebiasaan mengajukan pertanyaan, kebiasan menyelesaikan masalah secara efektif, kebiasaan berkomunikasi, kebiasaan berpikir jernih dengan tepat, kebiasaan menggunakan semua indera ketika mengumpulkan informasi.

“Selain itu ada kebiasaan untuk mencoba cara berbeda dan menghasilkan ide-ide baru, kebiasaan untuk merespon, kebiasaan untuk mengambil resiko, biasa untuk bertanggung jawab, memiliki rasa humor, membiasakan berpikir interaktif, dan bersikap terbuka dan berterus-terang,” tandas Dr Muhdi.

Lebih lanjut Dr Muhdi menuturkan bahwa memilih menjadi mahasiswa adalah pilihan cerdas untuk dapat bertahan pada masa mendatang. Pasalnya, investasi dalam bidang pendidikan adalah investasi yang tidak akan merugi. Dengan pendidikan setiap orang bisa mengubah nasib sesuai dengan cita-cita dan impiannya.

“Saya selalu mengingatkan pada siapapun, bahwa siapapun yang menempatkan pendidikan sebagai investasi pasti akan mendapatkan hasil yang luar biasa. Tapi bagi orang yang eman-eman untuk menguliahkan anak, memilih rumah, mobil, atau aset tertentu dari pada menguliahkan anak. Pasti nanti akan habis,” tandas Dr Muhdi.

Dr Muhdi juga mengingatkan, supaya para mahasiswa mampu bertarung dalam persaingan di masa mendatang, penguasaan teknologi informasi harus menjadi syarat wajib yang dimiliki. Para mahasiswa harus mampu bertransformasi dari oeradaban manual menuju peradaban digital. Jangan sampai ada mahasiswa orang yang gagap teknologi. (za/wis)

You may also like
Siswa MTsN 3 Malang Raih Prestasi di Rumania
Meski Tak Jadi Eskul Wajib, Pramuka Tetap Wajib Ditawarkan
22 Ribu Jurnal Perguruan Tinggi Bakal Dievaluasi Diktiristek
Dr Bunyamin: Ramadan Membuat Kita Kembali Menemukan Jati Diri

Leave a Reply