Home > BERITA > Ingat, Orang Desa Tak Sekolah Dipandang Rendah

Ingat, Orang Desa Tak Sekolah Dipandang Rendah

SMK PGRI KUWU

GROBOGAN, derapguru.com – Seperti sudah menjadi kodrat, orang desa yang tak sekolah akan selalu dipandang rendah, dianggap tidak pintar, dan pemikirannya akan diragukan/sulit diterima. Sebaliknya, orang desa yang menempuh sekolah tinggi akan langsung dianggap pintar, dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi, dan apapun yang dibicarakannya akan mendapatkan perhatian khusus.

Fakta nyata kejamnya kehidupan dunia inilah yang berusaha disampaikan oleh Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi, saat memberikan materi “Penguatan Profil Pelajar Pancasila” di SMA PGRI Kuwu Kabupaten Grobogan, Kamis 16 Februari 2023.

“Ingat, orang desa yang tak sekolah akan dipandang rendah. Pastikan untuk terus sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab hanya dengan bersekolah kalian akan dipandang tinggi dan memiliki pulang yang besar untuk mengubah nasib atau memasang cita-cita yang tinggi,” urai Dr Muhdi.

Dr Muhdi lalu menceritakan bila dirinya dulu juga orang desa. Seumpamanya dulu tidak nekat sekolah, barangkali dirinya juga akan menjadi orang-orang desa seperti kebanyakan. Tapi karena sekolah, dirinya bisa meraih banyak hal yang mungkin tidak akan pernah terbayangkan oleh anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang tinggi.

“Saya bangga disebut anak desa. Saya memang anak desa. Desa saya jauh lebih ndesa daripada wilayah Kuwu ini,” tandas Dr Muhdi.

Keuntungan anak desa yang kuliah, lanjut Dr Muhdi, bukan hanya langsung akan dianggap pintar, tapi anak desa yang kuliah akan secara otomatis dianggap lebih unggul daripada anak-anak kota. Kenapa bisa demikian? Karena anak desa memiliki keunggulan karakter yang rerata tak dimiliki anak-anak perkotaan.

Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati di SMK PGRI Kuwu Grobogan. Foto: Agus Wis.

Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati di SMK PGRI Kuwu Grobogan. Foto: Agus Wis.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr Sri Suciati, meminta supaya siswa-siswa SMK PGRI  Kuwu untuk terus menjaga cita-citanya. Jangan takut untuk bercita-cita tinggi setia berjuang keras mewujudkannya. Sebab orang-orang yang gagal adalah orang-orang bercita-cita tinggi tapi tidak memilih berhenti bercita-cita atau tidak berusaha keras mewujudkannya.

“Kalian boleh lahir di Kuwu. Rumah tinggalnya juga boleh di Kuwu. Tapi jangan pernah takut bercita-cita tinggi. Sebab bila cita-cita kalian telah tinggi, meskipun harus jatuh, jatuhnya tetap berada di tempat tinggi, jatuh bersama bintang-bintang,”  tandas.

Lebih lanjut Dr Sri Suciati menyampaikan, bahwa apapun cita-cita yang dimiliki, Universitas PGRI Semarang siap untuk membantu mewujudkannya. Ada banyak program studi, baik ilmu pendidikan maupun ilmu murni, yang bisa mengantarkan menuju gerbang cita-cita.

“Bahkan, bila tidak memiliki biaya untuk menempuh kuliah, UPGRIS juga memiliki jalur kuliah gratis melalui program KIP-Kuliah dan KIP-Aspirasi. Tidak hanya gratis, tapi juga diberikan biaya hidup sebesar 950 ribu per bulan. Jadi, tidak boleh lagi ada alasan tidak bisa kuliah karena terbentur biaya,” tutur Dr Sri Suciati.

Ketua PGRI Grobogan Amin Hidayat MPd. Foto: Agus Wis.

Ketua PGRI Grobogan Amin Hidayat MPd. Foto: Agus Wis.

Sementara itu, untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila, Ketua PGRI Kabupaten Grobogan, Amin Hidayat MPd, dalam sambutannya memberikan penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila dengan menanamikan karakter syukur. Amin meminta siswa-siswa SMK PGRI Kuwu senantiasa membiasakan diri untuk mengucapkan rasa syukur.

“Apapun yang disyukuri akan ditambah kenikmatannya oleh Tuhan yang Mahakuasa. Maka apapun yang dialami, harus selalu  disyukuri. Termasuk saat berangkat sekolah, disangoni alhamdulillah, ora disangoni yo alhamdulillah,” urai Amin Hidayat disambut tawa dan protes para siswa.

Lebih lanjut Amin Hidayat mengungkapkan, tak hanya rasa syukur yang akan membawa dampak positif bagi diri sendiri. Perilaku untuk saling doa-mendoakan juga membawa dampak positif. Oleh karena itu, Amin juga mengajak untuk membiasakan diri untuk saling mendoakan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III UPGRIS yang juga Ketua LKBH PGRI Jawa Tengah Dr Sapto Budoyo, Kominfo PGRI Jawa Tengah Dr Agus Wismanto, Wakil Rektor IV UPGRIS yang juga Ketua PGRI Kota Semarang Dr Nur Khoiri, Kepala SMK PGRI Kuwu Kepala SMA PGRI Kuwu Arey Moelyanto ST. (wis/za)

You may also like
Dr Muhdi SH MHum: Pengurus PGRI Harus Bisa Menjadi Subyek Dalam Pembangunan Pendidikan
Pertahankan Minat Anak Pada Seni Lukis Lewat Plasterkit
Dr Muhdi: Masyarakat Tahu Guru Itu Orang Baik
UPGRIS Akan Terima 88 Mahasiswa pada PMM 2024

Leave a Reply