
SEMARANG, derapguru.com — Data yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan guru sebagai profesi yang paling banyak menjadi korban pinjaman online (pinjol). Bila dirunut secara nalar kondisi ini ternyata wajar bila disangkutkan dengan masalah rendahnya kesejahteraan guru.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, saat menerima Kunjungan Kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor PGRI Jawa Tengah, Senin 18 Mei 2026.
“Banyak dari guru yang digaji di bawah standar. Ada yang hanya 300 ribu sebulan. Bayangkan, guru dengan tugas sepenting itu gajinya kalah dengan tukang cuci piring di dapur MBG. Sedangkan tuntutan guru juga berat. Harus tampil rapi, bersih, dan menyakinkan di depan kelas. Wajar bila akhirnya banyak yang terjerat Pinjaman Online,” urai Muhdi.
Muhdi menambahkan, rendahnya gaji guru membuat para guru lebih mudah tergoda rayuan pinjol atau rayuan investasi bermasalah lainnya. Oleh karena itu, Muhdi menyambut hangat bila OJK memang berniat untuk memberikan literasi keuangan bagi pada guru.
“Guru memang memiliki bekal intelektual yang cukup. Tapi karena literasi keuangannya yang lemah, maka masih banyak yang terkena. Biasanya yang mudah terkena kan memang orang yang nanggung. Maka kami senang bila OJK hendak memberikan literasi keuangan bagi guru dan tenaga kependidikan,” ungkap Muhdi.
Sementara itu, Ketua OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan bahwa pihaknya memiliki program literasi keuangan untuk masyarakat. Dia berniat untuk melibatkan para guru agar memiliki literasi keuangan yang memadai sehingga bisa membantu memberikan literasi keuangan pada masyarakat.
“Kami juga akan menggandeng Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia agar bisa belajar pula bagaimana berinvestasi melalui reksadana dan sejenisnya,” tutur Hidayat Prabowo.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua II H Sakbani SPd MH, Sekretaris PGRI Jateng Drs H Aris Munandar MPd, Bendahara Drs H Wahadi MH, dan Wakil Sekretaris I Dr H Sapto Budoyo SH MH. (za)




