
SEMARANG, derapguru.com — Dalam membangun hubungan, manusia sebagai makhluk sosial membentuk dua pola hubungan, yakni hubungan temporer dan hubungan permanen. Hubungan temporer bersifat sementara, sedangkan hubungan permanen bersifat langgeng atau selamanya.
Organisasi PGRI sebenarnya dibangun untuk hubungan temporer. Tapi dengan adanya kegiatan paguyuban pengurus dan mantan pengurus ini, organisasi PGRI telah diubah dari hubungan yang bersifat temporer ke hubungan yang bersifat permanen.


Hal tersebut disampaikan sesepuh PGRI Jateng, Dr Sudarto MA, yang diminta memberikan pesan-pesan dalam acara “Paguyuban Keluarga Besar Pengurus PGRI Jawa Tengah” di Kediaman di Wakil Sekretaris PGRI Jateng yang juga Rektor UPGRIS, Dr H Sapto Budoyo SH MH, Minggu 21 Juni 2026.
“Organisasi profesi sebenarnya tidak dirancang untuk hubungan permanen. Tapi organisasi PGRI Jawa Tengah ini berbeda. Organisasi ini dirancang untuk memikirkan layanan organisasi profesi, tapi juga dirancang untuk menjaga masalah kekerabatan. Ini yang membuat organisasi ini menjadi organisasi yang membangun hubungan temporer sekaligus hubungan permanen,” urai Sudharto.
Sudharto menambahkan, upaya untuk membentuk hubungan organisasi menjadi bersifat permanen ini bukanlah hal buruk. Tapi justru dengan dibangun menggunakan hubungan yang permanen, setiap orang akan merasa dekat, saling memiliki, dan saling menguatkan dalam menjalankan roda organisasi.


“Mudah-mudahan semangat kita dalam membangun organisasi terus terjaga. Mari terus kita jaga supaya PGRI di samping fungsi utamanya sebagai organisasi profesi tapi juga kita bangun dengan semangat kekerabatan,” ungkap Sudarto.
Dalam kesempatan tersebut, beberapa sesepuh organisasi yang turut hadir di antaranya Mantan Bendahara PGRI Jateng Eyang Putri Yayuk dan Isteri almarhum Mantan Ketua PGRI Jateng Ibu Subagyo Brotosedjati. (za)




