
BOYOLALI, derapguru.com — Suasana penuh tangis menyambut kedatangan rombongan Pengurus PGRI Jawa Tengah di Desa Ngleses Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali, Minggu 16 Agustus 2026.
Bagaimana tidak, pasangan Teguh Aryadi-Dwi Handayani, anggota PGRI Grobogan yang baru saja terkena musibah kebakaran, langsung mengucurkan air mata begitu bertemu Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga Anggota DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum.

Sang Ketua pun terlihat berlinang air mata mendapati anak buahnya menangis. Dia menyadari beratnya menghadapi musibah seperti ini. Rumah yang dibangun dengan susah payah, diisi sedikit demi sedikit, tiba-tiba musnah terbakar begitu saja.
Yang terlihat hanya hamparan tanah kosong dengan sisa pondasi yang hitam arang. Seluruh bangunan dan isi rumah ludes. Bahkan, sebuah mobil tua juga menjelma tinggal rangka dan ban yang menyisakan serat-serat kawat.

Teguh Aryadi dan Dwi Handayani adalah pasangan hi nnn suami isteri yang belum lama ini mengalami musibah kebakaran. Teguh Aryadi tercatat sebagai guru di SD Negeri Genengsari Kecamatan Toroh Kabupaten. Sedangkan isterinya, Dwi Handayani, tercatat sebagai guru SD Negeri 02 Sobo Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan.
Meski tercatat mengabdi di wilayah Kabupaten Grobogan, keduanya ternyata tinggal di Kabupaten Boyolali. Maka dari itulah, selain rombongan dari Pengurus PGRI Jawa Tengah, datang juga Pengurus PGRI Kabupaten Grobogan dan Pengurus PGRI Kabupaten Boyolali.

“Sungguh kami merasa ikut terpukul, ikut bersedih, ikut prihatin, ketika melihat sisa musibah kebakaran ini. Dari tadi saya terus melihat-lihat, apakah ada yang tersisa, ternyata tidak ada,” urai Muhdi.
Muhdi menambahkan, tujuan kedatangannya bersama para pengurus organisasi adalah untuk bisa turut membersamai dan merasakan apa yang dirasakan korban. Selain itu, kedatangan rombongan ini juga untuk menyampaikan amanah berupa tali asih dari organisasi dan para anggota lainnya.

“Kehadiran ini untuk menyakinkan, kalau Pak Teguh tidak sendiri. Ada teman. Ada saudara seorganisasi. Yang tidak bisa memberi, turut mendoakan,” ungkap Muhdi.
Hal senada disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Grobogan, H Purnyomo MPd. Dalam sambutannya Purnyomo menyampaikan rasa duka dan empati atas musibah yang dialami. Dirinya berdoa apa yang telah hilang nantinya akan diganti lebih baik lagi.

“Saya mewakili pribadi, PGRI Grobogan, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan menyampaikan turut berduka atas musibah yang dialami Pak Teguh dan keluarga. Meski ini berat, kami berharap musibah ini tidak akan mengurangi semangat untuk mengabdi untuk negeri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula beberapa bantuan solidaritas dari anggota organisasi pada korban musibah. Beberapa bantuan tersebut antara lain Bantuan PGRI Provinsi Jawa Tengah, Bantuan Senator Muhdi, Bantuan PGRI Kabupaten Grobogan, Bantuan Pribadi Ketua PGRI Grobogan, Bantuan PGRI Kabupaten Boyolali, Bantuan PGRI Ranting Toroh.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Hj Sri Suciati MHum, Sekum PGRI Jawa Tengah Drs H Aris Munandar MPd, Kabiro Penelitian dan Pengabdian PGRI Jawa Tengah Prof Dr Listyaning Sumardiyani MPd, Pengurus PGRI Grobogan, Ketua PGRI Boyolali Wahyudi beserta pengurus, Pengurus PGRI Toroh, dan Pengurus PGRI Geyer. (za)




