Home > D’PGRI > Dr Muhdi Apresiasi Kadisdikpora Kudus Dalam Tangani Masalah Guru

Dr Muhdi Apresiasi Kadisdikpora Kudus Dalam Tangani Masalah Guru

Agenda: Sosialisasi Perjuangan dan Daspen
Reporter: Tim Redaksi

 

KUDUS, derapguru.com – Ketua PGRI Jateng, Dr H Muhdi SH MHum, memberikan apresiasi luar biasa pada pendekatan Kepala Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada SH, dalam menangani berbagai permasalahan guru. Untuk mengatasi permasalahan guru, Harjuna Widada, meminta masalah tersebut diselesaikan melalui organisasi sebelum masuk ke dinas.

“Baru kali saya dengar ada kepala dinas, kalau ada masalah (guru) diserahke pada PGRI dulu. Jadi ternyata, walaupun (bergelar) SH, pemahaman tentang budaya guru (dalam menyelesaikan masalah) bisa jadi lebih baik daripada yang (bergelar) SPd. Saya hormat. Ini luar biasa,” tandas Dr Muhdi.

PGRI KUDUS: Anggota maupun pengurus PGRI Kabupaten Kudus hadir dalam kegiatan sosialisasi perjuangan dan daspen. Foto: Agus Wismanto.

Dr Muhdi melanjutkan, cara-cara penanganan guru dengan mengutamakan penyelesaian secara musyawarah, jauh lebih baik daripada langsung menggunakan pendekatan hukum. Maka cara penyelesaian seperti ini bisa menjadi contoh bagaimana cara penyelesaian permasalahan guru.

“Saya kira cara seperti ini adalah cara yang mungkin lebih efektif dibandingkan dengan cara bras-bres,” tandas Dr Muhdi.

Lebih lanjut Dr Muhdi menyampaikan, PGRI juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bupati Kudus H Hartopo dan Kadisdikpora Harjuna Widada, yang telah membersamai organisasi PGRI dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan dan kesejahteraan para guru di Kabupaten Kudus.

DASPEN: Ketua Daspen PGRI Jateng, H Sakbani SPd MH, memberikan paparan mengenai dana pensiun PGRI Jateng. Foto: Agus Wismanto.

Daspen PGRI Jateng

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Jateng yang juga Ketua Daspen PGRI Jateng, H Sakbani SPd MH, menuturkan bahwa Daspen PGRI Jateng lahir bersamaan dengan Dansos PGRI Jateng. Daspen merupakan santunan yang dirancang untuk guru yang pensiun. Sedangkan dansos merupakan santunan yang diberikan pada guru yang meninggal dunia sebelum pensiun.

“Daspen dan dansos ini dibentuk pada masa kepemimpinan H Karseno. Beliau adalah Ketua PGRI Jateng yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng serta anggota DPRD Jateng. Dibentuk pada akhir tahun 1985 dan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 1986,” tandas H Sakbani.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadisdikpora Kabupaten Kudus Harjuna Widada SH, Wasekum PGRI Jateng Wahadi MH, Kabiro Kominfo Dr Agus Wismanto MPd, dan Ketua PGRI Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan MPd. (za)

You may also like
Dalam Suasana Duka, Rektor UPGRIS Buka Porsima UPGRIS
Rumah Bu Guru Blora Ludes Dilalap Si Jago Merah
Peletakan Batu Pertama Gedung PGRI Kota Pekalongan
Mahasiswa PPG Prajabatan UPGRIS Gelar Pelatihan Quilling Paper

Leave a Reply