
SEMARANG, derapguru.com — Dalam pepatah lama ada kata-kata bijak, “secepat apapun seorang pilot membawa pesawat terbang, dia tetap harus berpikir tentang landasan”. Ya, secepat apapun dan sehebat apapun seorang pilot dalam menerbangkan pesawat, dia tetap harus menghitung, kapan dia harus mengurangi kecepatan, dan kapan dia harus landing dengan soft.
Dalam rekam roda kekuasaan, tidak mudah untuk menyadari proses landing. Maunya terbang terus tanpa henti. Padahal aftur selalu ada batas, dan pesawat memiliki batas daya terbang. Alih-alih memertahankan terbang, yang terjadi adalah nyungsep ke lautan. Inilah kenapa kesadaran akan take off harus dibarengi kesadaran akan landing.
Gambaran inilah yang tampak dalam acara “Pisah Sambut Rektor UPGRIS” di Auditorium 7fl UPGRIS Kampus Cipto, saat Dr Hj Sri Suciati MHum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan pada rektor baru, Dr H Sapto Budoyo SH MH.
Wajah cerah mantan rektor setelah turun dari kokpit “pesawat”, dan kesiapan rektor baru untuk memegang kendali adalah tanda bagaimana estafet kepemimpinan telah dijalankan dengan baik.
Tidak sekali dua kali Sri Suciati mengucapkan, “Alhamdulillah saya berhasil mengakhiri tugas dengan selamat.” Kata “selamat” ini muncul dalam sambutan dan beberapa percakapan. Dan memang demikianlah semestinya, sebab sebagai seorang pilot yang hebat. Pilot yang berhasil memacu pesawat sangat cepat dan maksimal (baca: dengan banyak prestasi dan pencapaian), Sri Suciati telah berpikir bagaimana me-landing-kan pesawat dengan baik.
Dan seluruh pasukan pun sekarang bisa tersenyum lega ketika radio komunikasi di Pusat Komando terdengar: Chicks are back in the coop, Sir!
Wajah penuh senyuman juga terlihat dari Pembina UPGRIS Dr H Muhdi SH MHum dan Ketua Yayasan H Sakbani SPd MH. Sebab tugas berat mengawal proses transisi kepemimpinan telah berhasil dihantarkan dengan baik dan sukses. Semua berjalan sesuai rel, bahkan berjalan sangat soft dan smooth.
Hanya pesan dan harapan yang kini disampaikan. Pertama, meneruskan agar UPGRIS semakin jaya lagi. Dan mengelola potensi UPGRIS sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat dari melimpahnya sumber daya yang ada.
“Pak Sapto harus mampu memobilisasi seluruh potensi akademik sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing dosen. Kampus ini memiliki sumber daya manusia yang kuat. Hanya saja, potensi-potensi tersebut memang harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan institusi,” tandas Muhdi.
Terima kasih atas empat tahun yang hebat Dr Hj Sri Suciati MHum. Dan selamat bertugas Dr H Sapto Budoyo SH MH. Pesawat UPGRIS siap membelah langit dunia. (za)




