
Wonosobo, derapguru.com-Peringatan HUT Ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2026 oleh PGRI Kabupaten Wonosobo diisi dengan berbagai kegiatan. Diantaranya adalah Sarasehan Pendidikan, Sebagai Wadah Sambung Rasa Para Guru, Anggota PGRI Dengan Ketua PGRI Jateng, Dan Anggota DPD RI, Dr Muhdi SH MHum.
Bersamaan dengan acara ini juga dilakukan Baksos berupa Sembako Murah oleh PGRI Provinsi Jawa Tengah. Demikian diungkapkan Ketua panitia kegiatan, Puji Atmoko, MPd. saat melaporkan kegiatan tersebut, di pendopo Kecamatan Kepil, Rabu, 4 November 2026.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars PGRI dan Himne PGRI, laporan Ketua Panitia, dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua PGRI Kabupaten Wonosobo, Suratman, MPd, Sekretaris Dinas Pendidikan, Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH MHum, dan Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo, Burhanudin menyatakan, antara lain tentang Era Teknologi yang saat ini banyak pekerjaan diambil oleh teknologi, namun keberadaan guru tetap sangat penting karena tugas guru dalam pendidikan bukan semata untuk mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga untuk pembentukan dan pengembangan karakter anak.
“Di era kemajuan teknologi, dimana banyak pekerjaan bisa digantikan dengan teknologi dan AI, Keberadaan guru tetap sangat penting karena tugas guru dalam pendidikan bukan semata untuk mentransfer ilmu pengetahuan tetapi juga untuk pembentukan dan pengembangan karakter anak”, ujar Burhanudin.

Ketua PGRI Kabupaten Wonosobo, Suratman dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan dalam rangka peringatan HUT K-81 dan Hari Guru Nasional 2026 diantaranya, kegiatan ilmiah berupa Seminar Tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA ) yang akan diselenggarakan di Sasana Adipura, tanggsl 16 Nopember 2026.
Kegiatan berikutnya berupa lomba olah raga dan seni, lomba menulis halus guru-guru, sesorah, dan bakti sosial berupa bantuan air bersih, bantuan bagi anggota PGRI korban kebakaran, dan pembagian sembako, Ziarah Makam Tokoh PGRI., serta apel bersama Bupati dan para Guru.
“Untuk kegiatan hari ini berupa Sarasehan dan pembagian 200 paket Sembako murah oleh PGRI Jateng. Paket Sembako untuk masyarakat kurang mampu di Kecamatan Kepil 100 paket, dan 100 paket untuk masyarakat Kecamatan Kalibawang”, ujar Suratman menjelaskan.
Profesional dan Adaptif
Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya guru dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk pembangunan bangsa. Bupati yang pernah menjadi guru ini kemudian juga mengingatkan tantangan besar para guru saat ini. Selain harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi juga harus mampu menyesuaikan perubahan budaya masyarakat, serta mengikuti perayuran perundangan yang berlaku.

“Dengan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi, guru harus mampu bekerja profesional, dan kompeten guna menyiapkan generasi yang berkualitas untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara”, tegas Bupati Afif Nur Hidayat
Tantangan Guru
Ketua PGRI Jateng, dan anggota DPD RI, Dr Muhdi SH MHum, pada kesempatan ini mengungkapkan tantangan besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonedia Emas 2045.” Untuk mewujudkan Indonesia emas atau Indonesia yang maju kuncinya adalah dengan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Dan pendidikan berkualitas itu kuncinya ada pada guru-guru yang berkualitas”, tegas Dr Muhdi.

Pada sisi lain, Anggota komite III DPD RI ini mengungkapkan sejumlah persoalan yang dihadapi para guru saat ini. Diantaranya, kebutuhan guru yang belum terpenuhi baik dari jumlah maupun kualitas. Sesuai ketentuan perundangan pada akhir tahun 2025, tidak boleh ada pegawai Non ASN di sekolah negeri. Sedangkan jumlah guru honorer saat itu masih cukup besar. Untuk mengatasi itu, maka diputuskan guru honorer yang belum menjadi ASN P3K, diangkat menjadi ASN P3K Paruh Waktu. “Ini adalah solusi yang kita terima saat itu, tetapi persoalannya P3K Paruh Waktu ini dibayar sangat rendah, dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah”, jelas Dr Muhdi.
Dr. Muhdi yang sebelumnya menjadi Wakil Jetua Komite I DPD RI dan kini menjadi anggota komite III DPD RI ini menyatakan terus berjuang agar guru P3K bisa menjadi PNS, dan P3K Paruh Waktu menjadi P3K Penuh Waktu. “Perubahan ini telah disepakati akan dilakukan tahun 2027. Kami masih terus berjuang agar perubahan itu tanpa melalui tes. Ini yang masih terus kami perjuangkan”, tegas Dr Muhdi.
Berikutnya sebagai ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi menyatakan selain memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru, juga memberikan perlindungan dan pendampingan kepada guru-guru yang menghadapi persoalan hukum melalui LKBH PGRI. “Kami juga melakukan berbagai pelatihan untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalitas guru melalui APKS PGRI, SLCC dan Biro Pengembangan Profesi Guru”, jelas Dr Muhdi.
Aspirasi Guru
Acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu oleh Dwi Astono.
Triningsih, guru TK Kaliwiru, mengungkapkan, tugas guru TK tidak mudah, membangun pondasi karakter anak, namun banyak guru TK dengan kondisi kesejahteraan minim dan status belum jelas. Triningsih berharap agar guru-guru TK bisa mendapat kesempatan dan peluang menjadi P3K atau PNS, dapat SK Impassing, mendapat perlindungan dan hak yang memadai. “Jangan hanya didengar dan diperhatikan tetapi agar diperjuangkan dan diwujudkan hak-hak kami”, ujar Triningsih.

Hari,Guru P3K SDN Ropok 1, menyampaikan agar diperjuangkan peralihan P3K ke PNS tidak perlu tes lagi. Ia juga minta agar ada perlindungan hukum bagi guru yang lebih jelas. Hari juga memohon kepada bupati agar guru paruh waktu dianggarkan lebih banyak lagi, sebelum ada peralihan menjadi P3K penuh waktu.
Arizni, guru SD Rejosari, bertanya apakah mungkin 6 hari kerja diubah menjadi 5 hari kerja. Karena banyak guru yang berasal dari luar daerah, dan agar memiliki waktu lebih untuk anak dan keluarga.
TORIK, Operator yang juga menjadi guru di SDN 1 Kepil saat mendaftar P3K pakai ijazah S1 tetapi yang diakui ijazah SMA, mohon agar diperjuangkan untuk bisa disetarakan dengan ijazah S1.
Sugiyanto Guru SMPN 1 Kepil, mengaku ada hal yang tidak enak terkait isu ijazah palsu.” Mohon agar ada ke depan ada presiden atau wakil presiden yang berasal dari guru”, ujar Sugiyanto.

Kepala SDN 1 Kepil Ruris, mengungkapkan tunjangan Kepala Sekolah agar ditambah. Ruris juga berharap dana BOS bisa digunakan untuk membiayai kegiatan lomba, “Saat ini guru-guru harus urunan, jika anak-anak mengikuti lomba”, ujar Ruris.

Agar guru dapat bekerja lebih baik dan optimal, Ruris juga berharap pemetaan guru dilakukan berdasar tempat tinggal. Berikutnya Ruris meminta agar ketika anak libur, guru juga libur. “Tugas guru untuk menyiapkan materi sudah bisa dikerjakan di rumah. Saat anak libur yang kami hadapi meja dan bangku kosong”, ujar Ruris.
Tanggapan
Semua aspirasi guru mendapat tanggapan dan jawaban dari Dr Muhdi dan juga dari Bupati dan Sekretaris Dinas Pendidikan.
Dr Muhdi menjelaskan, terkait aspirasi ibu Triningsih, bahwa pemerintah saat ini masih fokus untuk sekolah negeri termasuk TK. Dan seharusnya selesai Desember 2025, sehingga diberi ruang untuk paruh waktu. “Untuk itu bagi yang belum bisa jadi penuh waktu, kami minta agar diperpanjang sehingga tidak putus”, jelas Muhdi.
“Kini pemerintah juga sudah berkomitmen dengan penyelenggaraan Wajar 13 tahun, ini termasuk TK”, tambahnya.
Berikutnya dikatakan, pemerintah berkomitmen dengan menambah tunjangan dari 1,5 juta jadi 2 juta. Dr Muhdi telah meminta agar impassing diberikan sesuai gaji pokok. dan lebih dari 2 juta.
Kemudian untuk perlindungan guru, dijelaskan PGRI Jateng selalu memberikan perlindungan dan pendampingan bagi guru yang berurusan dengan hukum.
“Kami selalu meminta agar MoU PGRI dengan Polri yang sudah ditanda tangani bersama bisa dijalankan dengan baik, sehingga guru mendapat perlindungan dengan baik”, jelas Muhdi.
“Bahkan perlindungan bukan hanya untuk guru tetapi juga untuk keluarga guru”, tambah Muhdi.
Turut hadir dari PGRI Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua H Sakbani,SPd MH, Sekum Drs H Aris Munandar, Bendahara H Wahadi, Biro kaderisasi dsn amggota Dr H Maryanto, MSi, Biro Kerjasama dan Pengrmbangsn Usaha. H Imron Rosyadi SH, MM, Biro Pembinaan Kerohanian dan Karakter Bangsa Sunan Baedowi SHI, MAg.
Bersamaan dengan acara tersbut juga dilakukan Baksos berupa Sembako Murah oleh PGRI Provinsi Jawa Tengah, serta cek kesehatan dan pengobatan gratis oleh Tim Medis dan dokter dari Universitas PGRI Semarang. (pur)




