
SEMARANG, derapguru.com – Stabilitas tanah dan lereng menjadi salah satu aspek krusial dalam menjamin keselamatan bangunan serta lingkungan permukiman. Kehadiran struktur dinding penahan tanah (talud) yang andal sangat diperlukan untuk meminimalisasi potensi pergerakan tanah, terutama pada kawasan yang memiliki perbedaan elevasi lahan cukup tinggi.
Kondisi inilah yang melatarbelakangi Tim Dosen Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk turun langsung menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul “Pendampingan Evaluasi dan Desain Dinding Penahan Tanah/Talud Rumah Dinas BNI Kelud”.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas BNI Jalan Kelud Timur, Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang ini dipimpin langsung oleh *Ir Lintang Enggartiasto ST MT*, bersama anggota dosen *Ir Farida Yudaningrum ST MT, Afeef Kurnia Rahmawan ST MT* dan *Muhammad Faesal Febriandyono ST MT*, serta melibatkan mahasiswa Teknik Sipil UPGRIS.
Ketua Tim PkM UPGRIS, Ir Lintang Enggartiasto ST MT, mengungkapkan bahwa penanganan keruntuhan talud berkonstruksi pasangan batu di lokasi mitra tidak bisa hanya diselesaikan dengan perbaikan fisik secara parsial.
“Dinding penahan tanah di lokasi tersebut telah mengalami keruntuhan pada sebagian segmen akibat kombinasi faktor teknis, seperti perbedaan elevasi, tingginya infiltrasi air hujan, serta tekanan air pori. Jika tidak dievaluasi secara komprehensif, kondisi ini berpotensi memicu keruntuhan susulan yang lebih luas dan membahayakan keselamatan bangunan serta penghuni di sekitarnya,” terangnya.

Lintang menambahkan, program pengabdian ini hadir untuk memberikan bantuan teknis dan pendampingan berbasis rekayasa geoteknik yang terintegrasi sesuai standar SNI.
“Dalam pendampingan ini, kami menerapkan tahapan yang sistematis, mulai dari survei kondisi eksisting, pengukuran topografi untuk memetakan elevasi lahan, hingga penyelidikan karakteristik tanah melalui pengujian lapangan dan laboratorium. Hasilnya kami gunakan untuk menganalisis stabilitas lereng terhadap potensi geser, guling, dan daya dukung,” ungkapnya.
Selain perancangan ulang dimensi dan struktur talud, tim PkM UPGRIS juga menekankan pentingnya perencanaan sistem drainase yang terpadu. Sistem drainase yang dirancang bertujuan mengendalikan aliran air permukaan serta mengurangi akumulasi air di belakang dinding penahan.
“Sebagai luaran akhir kegiatan, kami menyajikan dokumen evaluasi teknis, perancangan sistem drainase, hingga gambar kerja detail (detailed engineering design) beserta spesifikasi teknis berbasis AutoCAD yang aman, adaptif, dan ekonomis bagi mitra,” tambah Lintang.
Melalui sinergi bersama pengelola Rumah Dinas BNI Kelud yang diwakili oleh Rifki Andriansah ST MT, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan teknis, tetapi juga memberikan transfer pengetahuan bagi mitra dalam memahami prinsip stabilitas tanah dan strategi pemeliharaan lereng jangka panjang. (za)




