
Demak, derapguru.com- Anggota MPR RI/DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor dalam memperkuat persatuan bangsa dengan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks. Ajakan tersebut disampaikan saat menggelar Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara melalui Dialog Empat Pilar Kebangsaan di Aula Lantai 2 SMAN 2 Demak, Kabupaten Demak, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), serta ratusan siswa tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional MPR RI dalam memasyarakatkan Empat Pilar Kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pelajar sebagai calon pemimpin bangsa.
Dalam pemaparannya, Muhdi menegaskan bahwa Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi kehidupan berbangsa yang harus dipahami, dihayati, serta diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya untuk dipahami sebagai materi kenegaraan, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, dan berinteraksi di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi kompas moral dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” ujar Muhdi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak ringan berupa maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, serta lunturnya etika dalam ruang digital.
Karena itu, Muhdi mengingatkan pentingnya membangun kemampuan literasi digital bagi generasi muda agar mampu memilah informasi secara kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Jangan mudah percaya terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial. Biasakan melakukan verifikasi, berpikir kritis, dan menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Pelajar harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru ikut menyebarkan informasi yang memecah belah persatuan bangsa,” tegasnya.
Muhdi juga menekankan bahwa pendidikan karakter memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama.

“Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki generasi muda berkarakter. Kecerdasan tanpa karakter akan sulit membawa kemajuan bangsa. Karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik,” jelasnya.
Dialog berlangsung secara hangat dan interaktif. Para guru menyampaikan pandangan mengenai pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun karakter peserta didik. Sementara itu, para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah, cara menjaga persatuan di tengah keberagaman, hingga tantangan penggunaan media sosial pada era digital.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Muhdi mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, menjaga persatuan bangsa dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti menghormati perbedaan, menjunjung tinggi toleransi, menjaga kerukunan, bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi sekolah.
Selain menjadi forum penguatan wawasan kebangsaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana penyerapan aspirasi masyarakat. Berbagai masukan dari kepala sekolah, guru, maupun peserta didik mengenai penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, pengembangan kepemimpinan pelajar, serta perlunya program pembinaan wawasan kebangsaan yang berkelanjutan akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan tugas representasi sebagai Anggota MPR RI/DPD RI.

Muhdi menegaskan bahwa pembangunan bangsa memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan sekaligus menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia yang lebih maju.
“Saya berharap para pelajar SMAN 2 Demak mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Jadilah generasi yang cerdas, berintegritas, menghargai keberagaman, mencintai tanah air, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang memiliki karakter kuat dan semangat kebangsaan yang tinggi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ini, MPR RI terus memperkuat komitmennya dalam membumikan Empat Pilar Kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, semakin kuatnya pemahaman terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika akan semakin memperkokoh persatuan nasional serta melahirkan generasi Indonesia yang berkarakter, demokratis, dan mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. (ist)




