
Banjarnegara, derapguru.com-Ketua PGRI Banjarnegara Heling Suhono mengajak agar para guru tidak takut maju dengan terus menerus meningkatkan kompetensi dan juga mengambil peluang untuk mengisi jabatan. Hal itu diungkapkannya dalam acara Seminar Pendidikan bertema “Pengembangan Kepemimpinan Pembelajaran Digital”, Rabu 8 Juli 2026 di Rumah Guru PGRI Banjarnegara. Dalam acara yang diikuti 100 guru tersebut, Heling mengungkapkan kepemimpinan bukan lagi identik dengan jabatan, namun bermakna luas.

“Kita harus memimpin dengan cara baru. Anak-anak lahir di era gawai. Kalau kita masih pakai cara 10 tahun yang lalu, anak kita akan ketinggalan. Dunia digital ini kebutuhan masa depan. Tanpa kepemimpinan digital sangat berbahaya. Laptop tidak dipakai, aplikasi tidak berdampak, presensi dimanipulasi itu semua akan jadi temuan masalah. Itu tanda gaptek dan perlu literasi digital,” ujar Heling.
Ia berharap guru jadi learning leader, berani mencoba berani gagal. Memberi contoh siswa dalam memanfaatkan teknologi digital. Menjadi kurator konten. Menjadi coach digital. Melakukan edukasi, etika media dll bagi anak.
“Terus tingkatkan kompetensi. Mari kuliah lagi. Ijin belajar hanya untuk yang dibiayai negara. Mudah. Tidak sulit. Kalau banyak guru S2, itu otomatis akan menaikan Indeks ASN sehingga Pemkab justru diuntungkan. Saat ini juga ada 37 jabatan kosong, guru jangan takut mengambil peluang itu. Guru juga bisa menjadi pejabat struktural asalkan memenuhi syarat,” tandas Heling.
Dalam acara itu, juga ditandatangani MoU Kerjasama UPGRIS dengan PGRI Banjarnegara yang menjadi Mitra Penerimaan Mahasiswa Baru dalam Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana. MoU ditandatangani oleh Ketua PGRI Banjarnegara Heling Suhono dan Asisten Direktur UPGRIS Ali Sadikin.

UPGRIS memberikan kemudahan perkuliahan dan biaya kuliah untuk para guru melalui program Rekognisi Pengalaman Lampau bagi guru yang belum lulus S1, maupun membuka kelas jauh dan akhir pekan bagi para guru yang akan kuliah pascasarjana. (Heni P)



