
Semarang, derapguru.com-Ratusan siswa mengikuti kegiatan Leadership Excellence And Development (LEAD) yang digelar oleh Forum OSIS Sekolah Islam Terpadu (FOSIT) Jawa Tengah selama dua hari, 7-8 Juli 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Srondol, Semarang. Selama dua hari itu, para peserta dibekali aneka materi mengenai pengembangan diri dan organisasi.

Pada sesi pertama, motivator muda Faris Isnawan memberikan materi mengenai pengelolaan organisasi. Menurut coach Faris, sebuah organisasi akan menjadi unggul mana kala menempatkan diri pada posisi Blue Ocean.

“Kita harus memulai dari hal yang baru sama sekali dari kekosongan. Sama halnya dengan program kerja OSIS, jangan hanya copy paste dari senior atau sekolah lain. Buat sesuatu yang baru, unik, berbeda, menarik dan sesuai dengan lingkungan kalian,” ujar Faris.
Ia juga menambahkan agar para pengurus OSIS fokus pada troubleshooting dan lebih fokus lagi pada problem solving.

“Troubleshooting itu pemulihan cepat untuk memastikan operasional organisasi tanpa halangan. Biasanya saat baru reorganisasi. Adapun problem solving lebih fokus pada pencegahan sistemik melalui analisis data untuk memastikan masalah serupa tidak terulang,” tandas Faris.

Pada sesi malam, para peserta juga diajak curah gagasan untuk mencari akar masalah dan solusi dari OSIS di masing-masing sekolah. Salah satu peserta dari OSIS SMPIT Permata Hati Banjarnegara Rafifatu Rifda Faiha mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat baginya.
“Kita bisa bertemu teman OSIS dari kota-kota besar, sehingga kita terinspirasi untuk bisa memajukan sekolah melalui organisasi siswa,” ujar Rifda.

Selain pengurus OSIS, dalam acara yang diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jawa Tengah ini, puluhan pembina OSIS juga berkumpul untuk menggagas pola pembinaan terbaik bagi OSIS. (Reporter: Fatiha Salma Haniyya, OSIS SMPIT Permata Hati Banjarnegara)




