
PEMALANG, derapguru.com — Kabupaten Pemalang dalam peta kesejahteraan wilayah Jawa Tengah, memang belum tergolong dalam wilayah katagori sejahtera. Meskipun begitu, bila bicara soal kegiatan sosial, sumbangan, atau masalah solidaritas, wilayah ini tergolong dalam jajaran papan atas di Jawa Tengah.
Pengakuan tersebut disampaikan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, saat memberikan sambutan dalam acara “Konferensi Kerja PGRI Pemalang” yang digelar di Gedung Guru PGRI Pemalang, Senin 1 Juni 2026.



“Pemalang boleh saja disebut kabupaten, bila tidak ingin disebut miskin, ya tidak kaya-kaya amat. Kalau mau diperingkat ya selalu di atas 25 dibanding wilayah lain (di Jawa Tengah, red). Tapi untuk urusan sosial jangan ragukan Kabupaten Pemalang,” ungkap Muhdi.
Begitu musibah terjadi, lanjut Muhdi, Pemalang selalu hadir memberi bantuan. Bahkan ketika bencana terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu, Pemalang menjadi kabupaten dengan sumbangan terbanyak di Jawa Tengah.


Hal-hal inilah yang membuat banyak wilayah lain selalu memberikan rasa hormat apresiasi tersendiri untuk PGRI Kabupaten Pemalang. Bahkan, dalam langganan Majalah Derap Guru Jawa Tengah, yang notabene adalah majalah untuk solidaritas, PGRI Pemalang termasuk dalam jajaran tiga besar.
Muhdi juga memberikan apresiasi tersendiri dalam terkait kesigapan PGRI Pemalang dalam menggelar Konferensi Kerja. Pemalang juga termasuk wilayah yang selalu awal menggelar konferensi dibandingkan wilayah-wilayah lain di Jawa Tengah.



Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang yang hadir mewakili Bupati Pemalang, Dr H Supa’at MPd, dalam sambutannya menyampaikan salam dari bupati yang kebetulan berhalangan hadir dalam acara karena ada tugas lain yang tidak bisa diwakilkan.
Supa’at menyampaikan bahwa sinergitas yang baik antara pemerintah dengan organisasi diperlukan untuk memajukan pendidikan di wilayah kabupaten Pemalang. Dia berharap kerja sama yang telah berjalan baik ini akan terus terjaga dari waktu ke waktu.



Sementara itu, Ketua PGRI Pemalang, Slamet MPd, menyampaikan mutu pendidikan di Kabupaten Pemalang selalu diawali dari proses pembelajaran di ruang kelas. Pembelajaran di ruang kelas akan berhasil bila guru yang mengajar dalam posisi fresh atau mengajar dalam keadaan segar bugar.
“Maka dari itu, kami selalu sampaikan pada pihak-pihak pemangku kebijakan dalam bidang pendidikan, agar pemetaan (distribusi) guru selalu berbasis tempat tinggal (kedekatan sekolah dengan rumah guru, red),” tutur Slamet.


Kalaupun saat ini, lanjut Slamet, ada guru yang lokasi sekolahnya belum sesuai dengan kedekatan rumah memohon sementara waktu untuk dapat dimaklumi. Karena proses penataan tersebut masih akan terus berjalan sampai akhirnya nanti bisa didapatkan formula penataan guru yang ideal untuk semua.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I PGRI Jawa Tengah Dr Hj Sri Suciati MHum dan Wakil Ketua IV PGRI Jawa Tengah H Mualip SPd MM. (za)



