
Banjarnegara, derapguru.com- SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara semakin diminati warga sekitar untuk menyekolahkan anak-anaknya. Hal itu terbukti dari tiap tahun selain kuota 288 murid selalu penuh, juga puluhan lainnya terpaksa harus ditolak masuk. Mengantisipasi kekecewaan warga, Rabu 20 Mei 2026, usai upacara Hari Kebangkitan Nasional dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak, sekolah tersebut menggelar Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca), Kepala Desa dan Kepala SMP MTs di sekitar sekolah. Kegiatan dihadiri oleh hampir semua undangan.
Sekretaris Camat Sigaluh Sigit Arif Priabakti mengungkapkan apresiasinya atas kegiatan sosialisasi di awal waktu. Menurutnya informasi SPMB harus segera diketahui oleh masyarakat.
“Setiap tahun biasanya ada perubahan regulasi. Maka kita semuah harus tahu dan paham. Agar kesalahpahaman dapat diantisipasi. Karena ini menyangkut masa depan anak-anak yang akan melanjutkan ke jenjang SMA. Sukses tidaknya seseorang salah satunya ditentukan oleh ilmunya. Dari ilmu akan terbentuk pola pikir. Kami menghimbau agar sekolah melaksanakan SPMB sesuai dengan regulasi, kami bersama Forkompinca akan membantu sosialisasi ke warga agar jangan sampai ada yang ketinggalan informasi,” ujar Sigit.

Kepala SMAN 1 Sigaluh Linovia Karmelita menjelaskan, dalam proses SPMB semua sudah tersistem sehingga pihaknya meminta semua pihak taat aturan dan tidak ada upaya titip karena sekolah tidak mungkin dapat bertindak di luar sistem.
“Prinsipnya No Titip No Jastip. Kami tegak lurus memegang hal itu. Kami mohon maaf dari awal karena kami hanya membuka 8 Rombongan Belajar sejumlah 288 murid baru yang kami terima,” tegas Linovia.
Ia berharap para Kepala Desa di 14 desa dan 1 Kelurahan di Kecamatan Sigaluh untuk dapat turut memberikan pemahaman kepada warga tentang proses SPMB, dan juga memperhatikan jadwal pendaftaran yang akan dimulai dari 3 sampai 12 Juni mendatang untuk Pembuatan Akun dan 15-18 Juni untuk Pendaftaran.
“Prosesnya cukup panjang, mohon jangan sampai ada yang terlewat. Jika sudah membuat Akun SPMB, prosesnya masih jauh karena ada verifikasi, pendaftaran sampai pengumuman diterima dan daftar ulang. Semua proses harus dijalani oleh calon murid baru. Kami nanti akan sediakan perangkat dan juga operator untuk membantu warga yang akan mendaftarkan putra putrinya,” tandas Linovia.
Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SMAN 1 Sigaluh memang terus bersolek dengan aneka program mulai dari Sekolah Adiwiyata, Sekolah Literasi, Sekolah Double Track hingga Sekolah Ramah Anak. Sebelumnya, sekolah ini juga telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah dan KPK sebagai salah satu Sekolah Berintegritas. (H Pur)



