
Hanoi, Derapguru.com
Rabu, 29 April 2026 — Rombongan Senat UPGRIS melanjutkan perjalanan edukasi Bencmarking ke Pheniikaa Dan NAEM Hanoi-Vietnam.
Perjalanan ini dipandu oleh tour leader Mr Rudy dari Vietnam dan pemandu lokal dari biro Miss Cristina.

Dalam pemaparan singkat kepada delegasi, tuan rumah menekankan posisi Hanoi sebagai ibu kota dari Vietnam, kota terbesar ke-2 setelah Saigon.
Dari sumber Wiki-pedia, Bahasa Vietnam (tiếng Việt) adalah bahasa resmi di Vietnam yang digunakan oleh lebih dari 90 juta penduduk.

Bahasa ini berciri tonal (memiliki 6 nada berbeda) dan menggunakan alfabet Latin dengan diakritik. Sebagai bagian dari rumpun bahasa Austroasiatik, bahasa ini banyak menggunakan kata serapan bahasa Tionghoa.
Bahasa Vietnam memiliki enam nada (ngang, huyền, sắc, hỏi, ngã, nặng) di mana nada yang berbeda pada kata yang sama akan mengubah artinya.
Contoh sapaan dasar yang diajarkan Mr Rudi kepada rombongan; Halo “Xinchào’ (diucapkan sen-jao).Terima kasih; “Cảm ơn”.
Agama di Vietnam telah ada sejak lama yang meliputi kepercayaan asli Vietnam, yang dalam sejarah dibentuk dari doktrin-doktrin Konghucu dan Taoisme dari China, serta tradisi yang kuat dari Buddhisme (yang disebut tiga pengajaran atau tam giáo).

Vietnam adalah salah satu negara beragama di dunia. Menurut statistik resmi dari pemerintah, pada 2019 terdapat 13.162.879 orang yang teridentifikasi dengan salah satu agama yang disahkan dari jumlah penduduk berjumlah 96.208.984 jiwa.
Sebanyak 5.86 juta adalah penganut Katolik (6,10%), 4.6 juta orang diantaranya adalah penganut Buddha (4,79%), 983 ribu adalah penganut Hoahao (1.02%), 960 ribu adalah penganut Protestan (1.0%), 556 ribu adalah penganut Caodai (0,58%), dan terdapat 70 ribu Muslim, 64 ribu Hindu, 7,000 Bahai, dan kelompok kecil lainnya <1%. (Wis)





