
SEMARANG, derapguru.com — Meski terkesan sederhana dan mudah, bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memahami Mindful, Meaningful, dan Joyful tidaklah mudah. Ruang aktivitas dan ruang dialektika guru PaUD yang terbatas membuat mereka sering terlambat untuk memahami kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Termasuk saat menangkap kebijakan dan implementasi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang dijadikan kebijakan dasar pemerintah saat ini dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Mereka masih kesulitan untuk menafsirkan tiga konsep dasar deep learning: Mindful, Meaningful, dan Joyful.
Celah inilah yang ditangkap oleh tim dosen UPGRIS yang terdiri atas Tim pengabdi yang terdiri atas Rofian, Mudzanatun, Fine Reffiane, dan Yosi Gumala. Untuk membantu para guru PAUD tersebut, mereka menggelar kegiatan bertajuk “Pendampingan Pembelajaran Mendalam” di Pos PAUD Cendekia Mandiri Tambakaji Ngaliyan Semarang, baru-baru ini.
Dalam paparan materinya, salah satu tim dosen, Mundzanatun, menyampaikan bahwa pembelajaran mindful (sadar penuh) mendorong siswa untuk fokus pada momen saat ini, mengurangi stres, dan meningkatkan konsentrasi. Teknik seperti meditasi atau refleksi sebelum pelajaran dapat membantu siswa menjadi lebih hadir dan terlibat.
“Berbeda dengan mindful, meaningful (bermakna) menekankan keterhubungan antara konsep yang dipelajari dengan kehidupan siswa. Dengan menyesuaikan materi pembelajaran pada kebutuhan dan minat siswa, serta memanfaatkan metode berbasis proyek atau kasus nyata, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan berdampak,” urai Mudzanatun.
Sedangkan pembelajaran joyful (menyenangkan), lanjut Mudzanatun, bertujuan untuk menghadirkan rasa senang, motivasi, dan rasa puas dalam proses belajar. Melalui permainan, aktivitas kolaboratif, kreativitas, dan humor, siswa akan lebih antusias dalam belajar dan berinteraksi.
Mundzanatun juga menyampaikan, selain memberikan materi di atas, timnya juga memberikan materi-materi lain yang terkait dengan deep learning. Fak hanya itu saja, timnya juga memberikan contoh langsung bagaimana implementasinya dalam pembelajaran.
“Semoga apa yang kami berikan dapat membantu para guru PAUD dalam memahami konsep dan pengimplementasian deep learning,” tandas Mundzanatun. (za)




