
JEPARA, derapguru.com — Ketika ada sahabat Rasulullah bertanya, siapakah yang berhak mendapatkan perlakuan mulia, Rasulullah menjawab, “Ibumu, Ibumu, Ibumu, baru Bapakmu.” Nama “ibu” disebut tiga kali, baru yang keempat “bapak”.
Hal ini menunjukkan betapa posisi “ibu” begitu mulia dalam hubungan relasional anak-orang tua. Bahkan, bapak yang bertugas banting tulang mencari nafkah pun, posisinya berada tiga tingkat di bawah ibu. Begitulah Rasullulah mengajarkan kita untuk menghormati ibu.
Dan arti pentingnya memberi penghormatan pada ibu inilah yang dibahas oleh empat mahasiswa magang pendidikan Prodi Bimbingan Konseling (BK) FIP UPGRIS yang ketiban sampur untuk mengisi Pesantren Ramadan di SMAN 1 Bangsri Jepara, Rabu 12 Maret 2026.
Keempat mahasiswa BK tersebut terdiri atas Azam Syafrudin, Mohamad Laelatul Ramadhan, Andromeda susanto, dan Shifa Axceliandra P. Di bawah arahan dosen pembimbing lapangan Dr Yunitha Dwi Setyoningsih SPsi MPd, mereka kemudian merancang materi bertajuk “Renungan Ramadan: Betapa Besarnya Pengorbanan Ibu.”
“Kami angkat materi ini untuk menumbuhkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu yang memiliki peran besar dalam kehidupan kita,” ungkap Koordinator Mahasiswa BK, Azam Syafrudin.
Azam menambahkan, sebelum memberikan materi renungan, para siswa diajak untuk menyaksikan pemutaran film pendek berjudul “Surat dari Ibu”. Film yang penuh rasa haru tersebut digunakan sebagai utas untuk memasuki kegiatan renungan.
“Kami ajak untuk melakukan refleksi terhadap cara mereka memperlakukan ibu masing-masing. Setelah itu baru kami berikan materi mengenai birrul walidain, yakni kewajiban berbakti kepada kedua orang tua,” tutur Azam.
Azam berharap melalui materi ini, dapat tumbuh kesadaran untuk lebih menghormati, menghargai, dan berbakti kepada kedua orang tua, terutama Ibu. Di sisi lain, kegiatan ini juga memberi pengalaman mahasiswa tentang bagaimana merancang dan mengisi kegiatan Pesantren Ramadan di sekolah. (za)




