
Banjarnegara, deapguru.com-Sejak Rabu, 11 Maret 2026 jam 7 pagi, tenda-tenda lapak Pasar Ramadan di depan kantor Inspektorat Banjarnegara sudah sibuk dengan aktivitas persiapan dagangan. Puluhan meja berjajar rapi, sudah ditempeli nama instansi yang berhak menempati. Beberapa menit kemudian, puluhan warga yang rata-rata emak-emak paruh baya sudah mengantri. Mereka mengantri kupon yang dibagikan dari meja petugas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banjarnegara. Kupon ini sebagai penanda mereka nanti berhak untuk membeli sembako yang ada di situ dengan harga hampir separuh dari harga pasaran normal.

Usai acara seremonial pembukaan yang ditandai dengan pelepasan balon dan pengguntingan pita oleh Asisten II Setda Banjarnegara Riatmojo Ponco Nugroho sontak emak-emak yang jumlahnya menjadi ribuan, telah memenuhi stand yang ada untuk belanja sembako murah.

“Terimakasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Saya lihat harganya rata-rata mencapai separuh harga normal. Harapannya kegiatan ini juga mendorong produk lokal dan juga semua instansi harapannya mendukung produk lokal,” harap Asisten II.
Stand PGRI Banjarnegara yang menyiapkan sejumlah 130 paket sembako tidak kurang dari lima menit sudah ludes terjual.
Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara Heling Suhono melalui Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan PGRI Banjarnegara Siti Supriati mengungkapkan sangat bahagia dengan kegiatan yang berlangsung sukses ini.

“Kita sangat senang dengan antusiasme warga. Meskipun kita persiapannya lama, namun habis dalam waktu yang sangat singkat. Sembako yang kita jual senilai 65 ribu rupiah, kita jual kepada masyarakat hanya 40 ribu rupiah saja. Hasil penjualan semuanya akan kita bagikan ke tiga panti asuhan dan juga masyarakat kurang mampu di Banjarnegara. Karena semua dana berasal dari donasi Bapak Ibu guru,” jelas Siti.

Tak hanya PGRI Banjarnegara, hampir semua instansi juga membagikan hal serupa. Bahkan beberapa instansi memberikan sembako gratis kepada warga. Kegiatan Pasar Ramadan rencananya hanya berlangsung dua hari di jalan Dipayuda dan jalan Ahmad Yani Banjarnegara. (Heni P)




